Menjalani Peran Ganda Mahasiswa dan Guru Dadakan di Masa Pandemi Corona

TAKALAR – Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua bulan, membuat saya pribadi sebagai seorang kakak kewalahan.

Bagaimana tidak saya yang juga sebagai mahasiswa harus menghendel bocah SMP dalam mengerjakan tugas sekolah.

Sehingga berperan ganda tugas pokok selaku mahasisa belajar dan tugas dadakan jadi guru buat adik di rumah

Disaat pikiran dipenuhi tugas dari kampus namun apa daya sebagai seorang kakak harus memenuhi kewajiban.

Pada awal sekolah daring, saya begitu antusias membantu adik saya dalam mengerjakan tugas

Setiap hari saya harus mengecek handphone ibu saya kebetulan adik saya belum mempunyai HP sendiri dikarenakan usia belum memenuhi kriteria.

Berita Lainnya

Setiap hari saya harus bolak balik grup kelas Whatsapp untuk mengabsen bahkan saya harus memeriksa setiap tugas yang masuk dari setiap grup kelas Whatsapp.

Apalagi pada saat saya harus membujuk adik saya mengerjakan tugas sekolah yang terkadang moodnya kurang baik.

Biasanya begitu sangat semangat dalam mengerjakan tugas sekolah dan terkadang moodnya kurang baik sehingga membuat dia malas dalam mengerjakan tugas sekolah.

Tetapi saya tidak putus asa dalam memberikan support kepadanya dan selalu mengatakan kepadanya. “Dek kalau kamu rajin hadir, rajin kerja tugas pasti kamu bisa dapat peringkat dikelas.

Muhammad Aldi (13) bersekolah di UPT SMPN 2 Galesong-Utara siswa kelas delapan, mengeluhkan pembelajaran daring dikarenakan ketika belajar seperti ini membuatnya sangat bosan.

Setiap tugas yang diberikan oleh guru membuatnya kurang paham dikarenakan minimnya penjelasan mengenai tugas tersebut.

Lihat Juga:  Karang Taruna Persatuan Pemuda Mangindara Takalar Gelar Seminar Kewirausahaan

Sehingga membuat bocah berusia 13 tahun ini merasa jenuh dengan keadaan seperti ini.

Banyak yang menganggap tugas seorang guru itu mudah, tetapi setelah saya menjalani sendiri ternyata begitu sangat sulit.

Bahkan kebanyakan guru mengeluh dikarenakan masih banyak siswa yang masih kurang paham dalam berteknologi sehingga membuat para siswa banyak tidak mengerjakan tugas. (*)

Berita terkait