MAKASSAR – UPT SPF SMP Negeri 12 Makassar resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, Jumat (17/7/2026). Penutupan yang berlangsung dalam upacara di halaman sekolah itu menjadi penanda berakhirnya proses adaptasi siswa baru sekaligus awal pembentukan karakter sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Upacara penutupan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh peserta didik baru kelas VII, dewan guru, tenaga kependidikan, perwakilan komite sekolah, serta sejumlah orang tua siswa.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 12 Makassar, Dra. Habibah, mengapresiasi antusiasme, kedisiplinan, dan semangat yang ditunjukkan para siswa selama mengikuti seluruh rangkaian MPLS.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan MPLS tahun ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai pedoman yang telah ditetapkan,” ujar Habibah saat memimpin upacara penutupan.
Menurutnya, MPLS bukan sekadar agenda rutin setiap awal tahun ajaran, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan budaya positif di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut siswa diperkenalkan dengan visi dan misi sekolah, tata tertib, fasilitas pendidikan, hingga budaya belajar di SMP Negeri 12 Makassar agar mampu beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan barunya.
“Kami berharap pengalaman selama MPLS menjadi langkah awal untuk membentuk siswa yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, serta menjunjung tinggi budaya positif dan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan,” katanya.
Habibah juga mengingatkan seluruh peserta didik untuk mematuhi peraturan sekolah, menjaga nama baik almamater, menghormati guru dan sesama siswa, menjauhi segala bentuk perundungan, serta senantiasa beribadah dan berbakti kepada orang tua.
Selama empat hari pelaksanaan, 14–17 Juli 2026, MPLS Ramah di SMP Negeri 12 Makassar disusun mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan MPLS. Seluruh kegiatan mengedepankan prinsip ramah anak, aman, menyenangkan, bebas perpeloncoan, dan tidak memberatkan peserta didik.
Berbagai materi diberikan kepada siswa, mulai dari pengenalan profil sekolah, visi dan misi, tata tertib, fasilitas pendidikan, pembinaan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, edukasi anti-perundungan, keamanan sekolah, literasi digital, pengenalan budaya lokal, wawasan kebangsaan, hingga informasi mengenai kegiatan ekstrakurikuler dan layanan bimbingan konseling.

Rangkaian penutupan diisi dengan penyerahan sertifikat keikutsertaan secara simbolis, penampilan kreativitas siswa, doa bersama, serta penyampaian arahan teknis menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar efektif pada Senin (20/7/2026) yang akan datang.
Wakil Ketua Komite Sekolah mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilai mampu membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang terstruktur dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Kami mengapresiasi sekolah yang telah memfasilitasi peserta didik untuk mengenal lingkungan belajar baru dengan suasana yang positif dan mendukung,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan orang tua siswa berharap program MPLS Ramah terus dipertahankan dan ditingkatkan karena dinilai mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi proses pendidikan di jenjang SMP dengan lebih percaya diri dan mandiri. (70n)













