PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 21 Tahun Mengabdi, Letting Pegasus 31050/2 Kembali Merajut Persaudaraan di Wajo • IAS Resmi Pimpin Golkar Sulsel, Target Kembalikan Kejayaan Beringin Mulai Dipertaruhkan • Fun Walk IKADIPA 2026, Alumni Lintas Angkatan Padati CPI Makassar • Geger Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar pada 2027, PGRI Jeneponto Pastikan Itu Berita Hoaks • Korupsi Dana Bencana: Nirempati Kronis di Tengah Penderitaan Rakyat • Kades Beroanging Paparkan Keberlanjutan Baruga Sipakatau di Sarasehan Abdidaya Ormawa 2026 • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 21 Tahun Mengabdi, Letting Pegasus 31050/2 Kembali Merajut Persaudaraan di Wajo • IAS Resmi Pimpin Golkar Sulsel, Target Kembalikan Kejayaan Beringin Mulai Dipertaruhkan • Fun Walk IKADIPA 2026, Alumni Lintas Angkatan Padati CPI Makassar • Geger Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar pada 2027, PGRI Jeneponto Pastikan Itu Berita Hoaks • Korupsi Dana Bencana: Nirempati Kronis di Tengah Penderitaan Rakyat • Kades Beroanging Paparkan Keberlanjutan Baruga Sipakatau di Sarasehan Abdidaya Ormawa 2026 •
Sulsel

MUI Sulsel : Hoaks Jadi Penyebab Umat Tidak Rukun

645
×

MUI Sulsel : Hoaks Jadi Penyebab Umat Tidak Rukun

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Bidang Kerukunan Umat Beragama Renreng Tjolli mengemukakan, Islam melarang memproduksi dan menyebarkan hoaks karena dapat membuat umat berpecah belah.

“Hoaks adalah berita yang tidak benar. Hoaks bisa membuat pihak yang awalnya rukun, menjadi tidak rukun. Hoaks bisa membuat orang bertengkar,” kata Renreng yang juga Wakil Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan disela-sela rapat koordinasi Komisi Informasi dan Media Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Hotel Wisata II UIT, Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/12/2017).

Hoaks, kata Renreng, telah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Kala itu, Aisyah mengalami fitnah akibat tersebarnya hoaks. Sebab itu, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mubalig perlu menyampaikan edukasi bahaya hoaks kepada masyarakat.

Adapun rapat koordinasi MUI Sulawesi Selatan ini bertajuk “Optimalisasi Peran MUI dalam Pembinaan Peran Keumatan di Sulawesi Selatan”. Pemateri antara lain Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan AGH Sanusi Baco Lc, Sekretaris Umum MUI Sulawesi Selatan Prof Dr M Ghalib MA, Ketua MUI Sulawesi Selatan Bidang Infokom Waspada Santing, Kabid Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (KISP) Sulawesi Selatan Patarai A Burhan, Wakil Direktur Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI Sulawesi Selatan Jamaddin Saleh, General Manager Hotel Aston Makassar Joko Budi Jaya, dan Praktisi Flock Indonesia Fajar Abu Thalib.

Adapun moderator Pengurus Komisi Infokom MUI Sulawesi Selatan Uslimin. Kegiatan diikuti Ketua dan Sekretaris MUI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dan perwakilan ormas Islam. Hadir pula Wakil Sekretaris LDII Sulawesi Selatan Ridwan Yahya dan Bendahara DPD LDII Makassar Sofyan Sonda. Rapat koordinasi ini dirangkaikan seminar bertema “Tenteram dalam Muamalah Tanpa Hoax”. Rakor juga membahas proses sertifikasi makanan dan minuman dibawah pengawasan LPPOM MUI Sulawesi Selatan.

Menurut Renreng, dai berperan menyosialisasikan pentingnya pengenalan dan sertifikasi produk yang halal dan baik atau halalan tayyiban. “Ini tanggungjawab bagi kita, terutama dai. Agar masyarakat mengetahui makanan yang dikonsumsi itu halal dan baik,” kata Renreng. (*/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com