PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar Diperpanjang, 135 Pegawai Tak Masuk Usulan • KAHMI Sulsel Mulai Galang Dukungan Pembangunan Graha Hijau Hitam di Talasalapang • Distaru Makassar Sosialisasikan SLF, Tekankan Legalitas dan Keselamatan Bangunan Gedung • Krisis Biosolar Makassar, Sampai Kapan? • Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Alumni yang Bekerja • Mencari Nama Larompong • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar Diperpanjang, 135 Pegawai Tak Masuk Usulan • KAHMI Sulsel Mulai Galang Dukungan Pembangunan Graha Hijau Hitam di Talasalapang • Distaru Makassar Sosialisasikan SLF, Tekankan Legalitas dan Keselamatan Bangunan Gedung • Krisis Biosolar Makassar, Sampai Kapan? • Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Alumni yang Bekerja • Mencari Nama Larompong •
Makassar

Nasib 6.000 PPPK Paruh Waktu Makassar Belum Jelas, Andi Tenri Uji Minta Kepastian

13
×

Nasib 6.000 PPPK Paruh Waktu Makassar Belum Jelas, Andi Tenri Uji Minta Kepastian

Sebarkan artikel ini
andi tenri uji

MAKASSAR – Nasib sekitar 6.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kota Makassar menjadi sorotan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Makassar. Di tengah berakhirnya masa kontrak, ribuan pegawai tersebut masih menunggu kepastian perpanjangan kerja.

Juru Bicara Fraksi PDIP DPRD Makassar, Andi Tenri Uji, menyampaikan persoalan itu dalam rapat paripurna APBD Perubahan 2026, Rabu (30/9). Ia meminta Pemkot Makassar segera menentukan arah kebijakan agar para pegawai tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Andi mengaku menerima aspirasi terkait nasib PPPK paruh waktu menjelang sidang dimulai. Meski belum tercantum secara lengkap dalam naskah pandangan fraksi, ia tetap menyuarakannya di forum resmi DPRD.

“Suara rakyat tidak boleh kalah hanya karena persoalan formalitas,” tegasnya.

Ia menyatakan mendukung evaluasi kinerja pegawai secara objektif dan berintegritas. Pegawai yang terbukti berkinerja buruk atau melakukan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan. Namun, evaluasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kepastian nasib ribuan pekerja beserta keluarganya.

Karena itu, Andi mendesak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) mempercepat rekapitulasi hasil evaluasi serta menyampaikan keputusan perpanjangan kontrak secara transparan.

“Rakyat butuh kepastian, bukan janji evaluasi tanpa ujung,” ujarnya.

Sementara itu, BKPSDMD Makassar menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak PPPK paruh waktu tidak dilakukan secara otomatis. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyampaikan hasil evaluasi kinerja sebagai dasar pengusulan perpanjangan surat keputusan (SK) kontrak untuk tahun berikutnya.

Dari sekitar 12.000 PPPK di lingkungan Pemkot Makassar, masing-masing sekitar 6.000 berstatus penuh waktu dan paruh waktu. Hingga kini, sekitar 160 PPPK tercatat tidak lagi aktif karena mengundurkan diri, meninggal dunia, atau memasuki batas usia pensiun. (Ag4ys/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com