Dengan bijak Umar menjawab: “Tidak ada kebaikan pada diri kalian apabila kalian tidak mengatakannya (kalimat takwa) dan tidak pula ada kebaikan dalam diriku apabila aku tidak mau mendengarnya (dari kalian).”
Dari kisah di atas, pejabat publik seyogianya dapat dengan lapang dada mendengar saran bahkan kritikan dari berbagai pihak. Karena itu, sudah sepatutnya pemimpin dapat memberi teladan bagi pegawai di bawahnya atau masyarakatnya secara umum bahwa pemimpin tidak hanya ingin didengar, tapi juga mau mendengar.
Dengan demikian, semoga kedepannya para pemimpin kita dapat berlapang dada dalam menerima segala saran dan kritik yang sifatnya membangun dan dilakukan secara santun. Karena sungguh, “Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian.” (HR. Muslim). Wallahu a’lam. (*)
Penulis: Fitri Suryani (Freelance Writer)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












