PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak •
News

Pakar Peringatkan Potensi Tsunami Susulan di Selat Sunda

637
×

Pakar Peringatkan Potensi Tsunami Susulan di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Tsunami Susulan di Selat Sunda

PARIS, PERANCIS (AFP) — Para pakar, Minggu (23/12), mengingatkan potensi tsunami susulan masih mengancam Indonesia, sehari setelah tsunami, yang kemungkinan diakibatkan letusan Gunung Anak Krakatau, menewaskan lebih dari 200 orang, kantor berita AFP melaporkan.

Apa penyebab tsunami?

Tsunami “tampaknya disebabkan oleh longsoran bagian Gunung Anak Krakarau di dalam laut, kata David Rothery dari Open University di Inggris.

Anak Krakatau adalah pulau baru yang terbentuk pada 1928 dari kawah yang ditinggalkan dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883. Sebanyak 36 ribu orang meninggal akibat letusan itu.

Gunung api itu sudah aktif sejak Juni, kata Jacques-Marie Bardintzeff dari University of Paris-South.

Tsunami yang menerjang pada Sabtu (22/12) adalah tsunami ketiga yang melanda Indonesia dalam enam bulan.

Terletak di “Cincin Api” Samudra Pasifik, Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif. Gempa bumi dan letusan gunung api sering kali terjadi.

Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara pulau Jawa dan pulau Sumatra, dekat dengan kawasan padat penduduk.

Meski tsunami akhir pekan termasuk kecil, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris mengatakan: “Gelombang pasang seperti itu – yang membawa puing-puing, bisa mematikan untuk masyarakat pesisir, apalagi jika tidak ada peringatan.”

Apakah ada potensi tsunami susulan? 

“Kemungkinan tsunami susulan di di Selat Sunda tetap tinggi selama Anak Krakatau berada pada fase aktif karena kemungkinan memicu longsor susulan dalam laut,” kata Teeuw.

Bardintzef juga memperingatkan bahwa “kita harus waspada sekarang karena gunung api itu (Anak Krakatau) sudah tidak stabil.”

Teeuw mengatakan survei sonar perlu dilakukan untuk memetakan dasar laut sekitar Gunung Anak Krakatau. Tapi “sayangnya, butuh berbulan-bulan untuk mengatur dan melaksanakan survei laut dalam,” tambah Teeuw.

Tapi “tsunami mematikan yang disebabkan oleh letusan-letusan gunung berapi sangat jarang terjadi. Salah satu yang paling terkenal (dan mematikan) disebabkan oleh letusan Krakatau pada 1883.” [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com