Ketua BPC Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Makassar-Sulsel, Devo Khaddafi
Devo Khaddafi, Ketua BPC Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Makassar-Sulsel.

MAKASSAR—Ketua BPC Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Makassar-Sulsel, Devo Khaddafi, angkat bicara tentang strategis pemulihan citra provinsi sulsel pasca OTT yang dilakukan oleh KPK terhadap Gubernur Sulsel non Aktif Nurdin Abdullah pada Minggu 28 Februari 2021 dini hari lalu.

Dalam pandangan Perhumas, tutur Devo, Pemprov Sulsel mesti menyiapkan langkah-langkah untuk pemulihan citra positif Pemprov Sulsel di mata publik. Sebab, reputasi Pemprov harus dipisahkan dengan reputasi personal gubernurnya.

Pemprov Sulsel tidak boleh lambat dalam pemulihan reputasi. Apalagi provinsi lain saat ini seperti berlomba untuk menyelesaikan persoalan global; pandemi covid-19.

“Sekarang sudah ada vaksin. Semua provinsi sudah mempersiapkan langkah-langkah menyambut new normal. Sulsel harus move on,” kata Devo, Selasa (16/03/2021).

Langkah-langkah yang disarankan Devo antara lain yang mampu menarik minat investor untuk melakukan investasi di Sulsel. Antara lain, memberikan kemudahan perizinan dan jaminan bahwa Sulsel tetap menjadi provinsi aman dan menjanjikan untuk berinvestasi. Yang penting harus ada geliat yang dilakukan untuk perbaikan citra investasi.

Dalam bidang pariwisata juga demikian. Di fase baru pandemi ini (adanya vaksin) tentu menjadi peluang untuk segera membangkitkan pariwisata sebagai solusi lesunya perekonomian rakyat.

“Promosi wisata tak perlu muluk-muluk menarik minat turis mancanegara tapi cukup wisatawan nusantara dulu supaya perputaran ekonomi cepat,” katanya.

Devo menyayangkan kurang gesitnya pemangku kepariwisataan Sulsel karena setelah dinakhodai menteri baru (Sandiaga Salahuddin Uno). Padahal, ungkapnya, Sandiaga sudah bolak-balik ke wilayah timur dan tidak sekalipun melirik Sulsel.

“Provinsi lain sudah dikunjungi pak menteri. Harus ada terobosan-terobosan dan strategi khusus untuk menarik perhatian dari kementerian,” paparnya.

Kedatangan menteri itu penting. Sebab, itu menandakan pemerintah pusat melihat daerah tersebut memang memiliki keseriusan dalam penanganan covid terhadap dampaknya ke pariwisata.

Terakhir, Devo menekankan kembali pentingnya reputasi pemerintahan. Reputasi menjadi daya tarik utama dari masuknya investasi di sebuah daerah.

Karena itu, ia mendukung penuh langkah-langkah strategis Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam memulihkan citra Sulsel di mata publik Tanah Air.

“Kita punya harapan besar dan percaya bahwa Plt Gubernur mampu menjalin sinergi dengan pihak-pihak lain untuk meneruskan kepemimpinan dan pembangunan yang baik dengan marwah yang baik pula,” tutup Devo. (*)