PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Duga Surat MA Disabotase, Bupati Husnia Talenrang Lapor Polda Sulsel • Pembangunan Daerah Penyangga Sulawesi Selatan • M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Gantikan Djuhandhani • Langgar GSB, Ruko di Hertasning Disegel Pemkot Makassar • PGRI Kelara Gelar Konkercab I, Fokus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru • RUU Penyiaran Awasi Konten Digital, JMSI Sulsel Minta Jangan Ganggu Kerja Jurnalistik • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Duga Surat MA Disabotase, Bupati Husnia Talenrang Lapor Polda Sulsel • Pembangunan Daerah Penyangga Sulawesi Selatan • M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Gantikan Djuhandhani • Langgar GSB, Ruko di Hertasning Disegel Pemkot Makassar • PGRI Kelara Gelar Konkercab I, Fokus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru • RUU Penyiaran Awasi Konten Digital, JMSI Sulsel Minta Jangan Ganggu Kerja Jurnalistik •
Makassar

Pedagang Pasar Tradisional Makassar Mengeluh Rugi, Karena Sepi Pembeli

1387
×

Pedagang Pasar Tradisional Makassar Mengeluh Rugi, Karena Sepi Pembeli

Sebarkan artikel ini
Pedagang Pasar Tradisional Makassar Mengeluh Rugi Karena Sepi Pembeli
Suasana Pasar Terong terasa sepi dari para pembeli. Pedagang di pasar tradisional di Makassar, mengeluh kerugian akibat pandemi Corona yang sedang terjadi.

MAKASSAR – Para pedagang di pasar tradisional di Kota Makassar, baik yang berjualan pada siang maupun pasar malam mengeluh kerugian atas pandemi Corona yang sedang terjadi, karena sepinya pembeli.

Suasana Pasar Terong pada Kamis, 2 April 2020, terasa sepi dari para pembeli. Beda ketika suasana normal pengunjung selalu padat dan berdesakan.

Ditengah merebaknya pandemi virus corona atau covid-19 mengakibatkan perekonomian mereka anjlok.

Selain itu, para pedagang siang juga tidak maksimal bekerja, awalnya dari pagi sampai sore, sekarang sudah dibatasi dari pagi sampai siang saja.

Hal tersebut terjadi akibat penyebaran Covid-19 yang begitu cepat. Sehingga para pedagang diberi kesempatan berjualan hanya sampai siang hari

“Rugi sekaliki ini kodong, karena dulu lumayanji pendapatanka. Tapi gara2 ini corona, untuk makan pun syukur kalau ada di dapat,” ucap H Sirajuddin (49) salah satu pedagang di Pasar Terong.

Bukan hanya itu, para pedagang pasar malam juga sangat mengeluh, karena mereka dilarang berjualan lagi.

“Masih mending itu Pasar Terong bisaji menjual, kita ini kodong pasar malamka di Gedung Olahraga Sudiang dilarang meki menjual gara-gara ini virus,” ujar Abd. Hamid (46) pedagang pasar malam di GOR Sudiang Makassar.

Para pedagang di kedua pasar tradisional itu berharap, semoga penyebaran virus ini dapat berakhir. Agar aktivitas bisa seperti semula lagi. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com