JENEPONTO—Berbagai upaya dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam menekan angka kemiskinan ekstrem mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Hal ini diperkuat berdasarkan data terbaru, Kabupaten Jeneponto tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah keempat di Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Untuk diketahui, Kabupaten Jeneponto berada di bawah Kabupaten Sidenreng Rappang, Bulukumba, dan Soppeng. Tak hanya itu, dari sisi penurunan angka kemiskinan ekstrem, Jeneponto juga mencatat capaian yang cukup impresif dengan menempati posisi ketiga tertinggi di Sulawesi Selatan, setelah Kepulauan Selayar dan Tana Toraja.
Capaian ini menjadi indikator positif bahwa berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah mulai berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sehubungan dengan itu, Bupati Jeneponto, Paris Yasir, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, penurunan kemiskinan ekstrem merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian ini patut disyukuri. Namun, ini bukan akhir dari perjuangan. Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat agar warga yang telah keluar dari kategori miskin ekstrem dapat meningkat taraf hidupnya secara berkelanjutan,” ucap Paris Yasir.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir mengutarakan, Pemkab Jeneponto, akan terus mengoptimalkan program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, serta bantuan sosial yang tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto tetap menaruh perhatian serius terhadap tantangan kemiskinan secara umum. Berbagai intervensi lintas sektor akan terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya keluar dari kategori miskin ekstrem, tetapi juga mampu mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik secara paripurna.
Hal ini juga tentunya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa tren kemiskinan di Sulawesi Selatan secara umum terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan membaiknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Jeneponto yang berjuluk “Butta Turatea”. (*)














