Beranda » Sulsel » Pemprov Tegur Keras Pemasangan Tulisan Citra Land City dan Patung Kuda didepan CPI
Pemprov Tegur Keras Pemasangan Tulisan Citra Land City dan Patung Kuda didepan CPI
Sulsel

Pemprov Tegur Keras Pemasangan Tulisan Citra Land City dan Patung Kuda didepan CPI

MAKASSAR – Pemasangan tulisan Citra land city dan patung kuda didepan kawasan center point of indonesia (CPI) ,menjadi tanda tanya dan penilaian masyarakat kalau kawasan itu bukanlah milik publik.

Menyikapi hal ini Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (DSDA-CKTR) Provinsi Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengaku sudah bersurat dan melakukan teguran keras ke pihak ciputra dan yasmin sebagai pengembang, agar segera memindahkan ke areal yang sesuai dan tidak menimbulkan persepsi salah.

“Teguran keras sudah dilakukan ke pihak pengembang, agar segera memindahkan tulisan Citra Land City dan Patung Kuda di depan kawasan center point of indonesia (CPI) ke tempat atau areal yang sesuai, untuk menghindari tanggapan masyarakat kalau kawasan cpi adalah milik perusahaan,” ungkap Andi Darmawan Bintang.

“Surat teguran kepihak ciputra dan yasmin sudah diberikan bulan lalu,dan sejauh ini sudah ditindak lanjuti oleh mereka dengan menutup tulisan Citra land city menggunakan kain putih,” Lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (DSDA-CKTR) Sulsel, akan kembali melakukan teguran kedua,apa bila tulisan dan patung tersebut tidak segera dipidahkan.

Andi Darmawan Bintang lebih jauh menegaskan kawasan cpi adalah milik pemprov sulsel yang artinya milik publik, sehingga tidak ada larangan untuk memasuki kawasan tersebut, ungkap Andi Darmawan Bintang.

“Semua masyarakat bisa masuk kekawasan cpi,tapi untuk saat ini hanya dibatasi sampai di jembatan karena masih dalam tahapan pengerjaan, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,seperti adanya pecahan-pecahan kaca maupun lainnya,pasir hisap, alat berat dan lainnya,” pungkasnya.

“Setelah semua pembangunan di kawasan CPI rampung,masyarakat bisa bebas masuk menikmati fasilitas yang ada,seperti yang yang saat ini sudah mulai terlihat seperti mesjid 99 kubah asmaul husna, taman, pasir putih, serta air mancur menari,” tutupnya. [*]