Kehidupan yang Sulit
Faktanya kehidupan saat ini memang sungguh sangat sulit. Berbagai kebijakan, nyata membuat hidup rakyat makin terasa berat. Belum lagi berbagai persoalan klasik negeri ini seolah dibiarkan tanpa ada solusi tuntas.
Di sisi lain, kehidupan sekuler kapitalistik menjadikan hidup hanya mengejar materi, mendamba kesenangan dunia. Hidup makin jauh dari Sang Pencipta sehingga jiwa makin gersang dan mental tidak sehat.
Situasi ini jugalah yang membuat manusia tidak lagi punya kesadaran sebagai hamba Allah yang lemah, tidak siap menghadapi cobaan hidup, dan hilang kesabaran akan berbagai ujian kehidupan.
Kondisi ini yang mungkin menjadi pemicu seorang ibu hilang fitrah keibuannya sehingga tega menyiksa bayi kecil tak berdosa dan tak berdaya, sebagaimana beberapa kasus yang marak kita dengarkan beberapa waktu lalu.
Inilah salah satu hasil dari pembangunan yang tidak seimbang. Pembangunan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi melupakan pembangunan jiwa manusia. Pembangunan hanya mengejar angka di mata dunia, tetapi lalai menjaga ketundukan pada Zat Yang Maha Kuasa.
Kehidupan saat ini memberikan tekanan hidup yang luar biasa, termasuk kepada para ibu. Jika kita menelaah sistem kehidupan saat ini, tidak berlebihan rasanya bila kita menyimpulkan bahwa ada banyak hal yang memberikan tekanan pada kehidupan seseorang termasuk seorang ibu.
Kehidupan terasa makin sempit dan sulit, apalagi bagi ibu yang menjalankan peran ganda. Kehadiran buah hati yang semestinya menyejukkan hati, terasa membuat hidup makin berat karena tuntutan kebutuhan yang bertambah, sementara itu penghasilan yang didapat tidak seberapa.
Sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan oleh negara mengakibatkan kesejahteraan hidup sulit diraih. Tidak adanya jaminan kebutuhan pokok oleh negara membuat kemiskinan tidak mampu dielakkan.
Beratnya beban hidup tanpa disertai kekuatan iman akan mengakibatkan hidup dalam tekanan. Kondisi ini dapat memicu dilakukannya tindakan apa pun yang dianggap dapat melepaskan beban kehidupan.
Tekanan kehidupan dalam waktu yang lama, dapat menimbulkan gangguan kejiwaan, yang tentu dapat memperparah keadaan.
Dalam kondisi jiwa yang terganggu, seseorang tak akan mampu menimbang nilai perbuatan yang dilakukannya, baik-buruk, terpuji-tercela, apalagi halal-haram tidak lagi menjadi pertimbangan bagi individu yang sudah terganggu jiwanya.
Masalah ini muncul akibat penerapan sistem kehidupan yang tidak manusiawi ini. Sekularisme-kapitalisme yang diterapkan saat ini jelas sekali membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi orang-orang yang lemah.
Menyingkirkan peran agama dalam kehidupan jelas makin membuat manusia yang fitrahnya adalah makhluk yang lemah makin terpuruk.
Jiwanya gersang di tengah kehidupan yang berorientasi pada materi. Lemahnya keimanan menghantarkan kepada pemenuhan kebutuhan dengan cara-cara yang jauh dari keberkahan.

















