MAKASSAR, Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Provinsi Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Selatan, masih menggalang donasi bagi korban terdampak banjir, dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan terutama daerah Gowa dan Jeneponto.
Menurut Ketua Persakmi Sulsel, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD yang dibenarkan Ketua IAKMI terpilih Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed., bahwa bantuan masyarakat masih sangat dibutuhkan di Kabupaten Jeneponto dan Gowa akibat dari dampak bencana tersebut.
“Berdasarkan informasi dari lokasi korban, bahwa dalam jangka pendek masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan berupa uang tetapi juga dapat berupa pakaian, makanan, suplemen obat dan vitamin, buku anak sekolah serta penanganan dampak psikologis akibat trauma dari bencana ini. Karena itu, kami menghimbau kepada seluruh keluarga besar PERSAKMI Sulawesi Selatan untuk membantu meringankan beban saudara kita terutama yang mengalami dampak langsung dari gempa banjir dan longsor,” ungkap Prof. Sukri, kepada Media Sulsel, Minggu (18/2).
Sementara itu Koordinator Bidang Penanggulangan Bencana dan Kegawatdaruratan Persakmi Sulsel, Dr. Muhammadong,SKM, M.Kes., menambahkan, bahwa selaku orang kesehatan masyarakat yang senantiasa fokus pada pencegahan, anggota Persakmi dan IAKMI tidak boleh habis energi menangani akibat gempa atau dampak gempa yang terjadi seperti yang dilakukan oleh berbagai sektor selama ini.
“Kita mesti bekerjasama dengan dinas lain misalnya Dinas Pertanian atau Dinas Kehutanan untuk melakukan gerakan penanaman pohon, ini yang selama ini jarang dilakukan, padahal ini sangat membantu untuk jangka panjang agar tidak mudah terjadi tanah longsor dan sebagainya. Sebaiknya kita bekerjasama dengan pihak universitas bersama dengan mahasiswa yang dilakukan dalam bentuk bakti sosial,” tegas Muhammadong. (464ys)







