Beranda » Makassar » Petugas Berbaju Adat TPS 14 Biring Romang Diserbu Pemilih
Petugas Berbaju Adat TPS 14 Biring Romang Diserbu Pemilih
Makassar Pemilu

Petugas Berbaju Adat TPS 14 Biring Romang Diserbu Pemilih

MAKASSAR, Penampilan berbeda petugas TPS 14 kelurahan Biring Romang, kecamatan Manggala, kota Makassar, dimana semua petugas mengenakan baju adat Bugis Makassar ternyata mampu memberi magnet yang memotivasi kehadiran pemilih di TPS yang terletak di Jl. Baiturrahman RT. 04/ RW. 01 tersebut.

Ketua KPPS 14 Muh. Yusuf, S.Hut, mengaku tidak mengira tampilan seluruh anggotanya yang sengaja dibalut baju adat tersebut mampu meningkatkan partisipasi pemilih yang berasal dari warga RT. 1 dan RT. 4 ORW. 1 kelurahan Biring Romang.

“Kami hanya ingin kelihatan lebih rapi dan pemilu lebih berwibawa saja, dan ternyata keseriusan kami ini dapat merangsang warga untuk hadir memilih dan bahkan berlama-lama berada di sekitar TPS,” terang Yusuf, kepada media Sulsel, Rabu (17/4).

Tingginya antusiasme warga tersebut tentu saja berdampak pada lamanya proses pemilihan, bahkan berdasarkan pantauan media Sulsel di lokasi, saat waktu sudah menunjukan jam 13.30 WITa masih terdapat banyak orang yang masih dalam antrian untuk mencoblos.

“Kami tidak mungkin hentikan proses pemungutan suara, terutama bagi warga pemilih yang sudah memegang nomor antrian atau mereka yang sudah berada di lokasi TPS saat sebelum penutupan pendaftaran di jam 12.00,” tukas Yusuf.

Salah satu hal yang diduga menjadi penyebab penumpukan di akhir waktu ini dikarenakan pada umumnya warga baru hadir di TPS di atas jam 10 pagi, sehingga penumpukan antrian tidak bisa lagi dielakkan.

Sementara itu salah seorang warga yang masih mengantri dan mengaku bernama Kamaruddin mengatakan, bahwa selain warga terlambat datang pelambatan juga terjadi di saat proses pencoblosan, hal itu terjadi karena pada umumnya pemilih di TPS 14 ini berpendidikan rendah, dan kurangnya sosialisasi tata cara mencoblos.

“Keterlambatan ini terjadi dikarenakan selain warga datang terlambat pada umumnya warga bingung mencari nama caleg yang akan dia pilih, saya sendiri agak bingung karena selama ini saya juga tidak pernah tahu ada tidak sosialisasi tata cara mencoblos baik dari pemerintah maupun dari caleg,” tegas Kama.

Sesuai daftar pemilih yang ada TPS 14 memiliki pemilih sebanyak 209 orang dengan surat undangan beredar sebanyak 179 orang, menurut Yusuf jumlah itu didominasi warga yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan dan pemulung, selain itu juga terdapat banyak warga setempat yang tidak terdaftar dalam DPT sehingga tidak menerima undangan dan memilih dengan menggunakan KTP. (464YS)