Advertisement - Scroll ke atas
Maros

Pilot Capt Andy Dahananto Ternyata Direktur Operasi PT IAT yang Hilang Kontak di Maros

443
×

Pilot Capt Andy Dahananto Ternyata Direktur Operasi PT IAT yang Hilang Kontak di Maros

Sebarkan artikel ini
Pilot Capt Andy Dahananto Ternyata Direktur Operasi PT IAT yang Hilang Kontak di Maros
Capt. Andy Dahananto, pilot yang juga menjabat Direktur Operasi Indonesia Air Transport (IAT), dilaporkan hilang kontak saat menerbangkan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita. Pesawat yang membawa 11 orang itu diduga jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

MAROS—Capt. Andy Dahananto, pilot yang juga menjabat Direktur Operasi Indonesia Air Transport (IAT), dilaporkan hilang kontak saat menerbangkan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Pesawat yang membawa 11 orang itu diduga jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pesawat tersebut mengangkut delapan kru dan tiga penumpang. Setelah laporan hilang kontak diterima, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dengan titik awal di kawasan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Kepala Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan berada di wilayah Balocci, Kabupaten Pangkep. Dugaan tersebut berdasarkan laporan pendaki yang melihat serpihan pesawat di puncak Gunung Bulusaraung.

Sebelum hilang kontak, warga sempat melihat pesawat berputar-putar di udara di wilayah Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Proses pencarian melibatkan unsur Lanud Hasanuddin, Kodam XIV/Hasanuddin, Polres Maros, BPBD Maros, BPBD Pangkep, serta Basarnas Makassar. Helikopter juga dikerahkan untuk membantu pencarian dari udara.

Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung
Kepala Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan bersama Komandan Resimen Arhanud 2/Pasgatan, Kolonel Pas Dadang Hermawan.

Komandan Resimen Arhanud 2/Pasgatan, Kolonel Pas Dadang Hermawan, mengingatkan seluruh personel agar memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan logistik mengingat medan pencarian berada di kawasan pegunungan dengan kondisi cuaca malam.

“Kalau kita melihat medan seperti ini dan kemudian menghadapi cuaca malam, walaupun kita harus tetap melaksanakan evakuasi, saya minta kesiapan mental dulu. Jangan lupa makan dulu. Pastikan kesiapan fisik, mental, logistik, dan alat perlengkapan yang dibutuhkan, seperti senter atau perlengkapan untuk membuat perapian,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh tim menggunakan jalur tradisional yang sudah ada dan tidak membuka jalur baru. “Tidak semua paham jalur di sana. Gunakan jalur yang ada, perhatikan hal-hal yang harus diwaspadai atau dilarang dilakukan,” katanya.

Capt. Andy Dahananto mengemban jabatan Direktur Operasi IAT sejak 19 Juni 2019. Pria kelahiran 1967 itu merupakan lulusan Juanda Flying School pada 1987 dan memulai karier penerbangannya pada 1988 sebagai pilot fix wing hingga saat ini.

Sementara tiga penumpang yang berada di dalam pesawat merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Informasi tersebut dikonfirmasi Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan dan terkendala kabut tebal di kawasan Gunung Bulusaraung. (*)

Basarnas: Pesawat ATR Diduga Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung
Kepala Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan.
error: Content is protected !!