Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Pj Gubernur Prof Zudan Ingatkan ASN Segera Berhenti Main Judi Online

521
×

Pj Gubernur Prof Zudan Ingatkan ASN Segera Berhenti Main Judi Online

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Prof Zudan Ingatkan ASN Segera Berhenti Main Judi Online
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghentikan aktivitas judi online. Ia menegaskan, ASN yang terbukti masih bermain judi online akan dikenakan sanksi tegas, baik administratif maupun pidana.

MAKASSAR—Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghentikan aktivitas judi online. Ia menegaskan, ASN yang terbukti masih bermain judi online akan dikenakan sanksi tegas, baik administratif maupun pidana.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Zudan saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 16 Desember 2024.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Menurut data yang dihimpun Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan perbankan, banyak ASN terindikasi terhubung dengan situs judi online. Menanggapi hal ini, Prof Zudan memberikan peringatan keras kepada ASN yang masih terlibat untuk segera bertobat.

“Saat dicek, ada nggak dosen dan guru yang main judi online? Iya ada. Ada nggak ASN yang main judi online? Ada. Seluruh dosen, guru, dan ASN segera berhenti main judi online sebelum diberikan sanksi. Segera taubat, sebelum terlambat,” ujar Prof Zudan dengan nada tegas.

Peringatan ini juga merujuk pada instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan pihak terkait lainnya yang mendukung pemberantasan aktivitas ilegal tersebut.

Selain menyoroti perilaku ASN, Prof Zudan mengingatkan agar penggunaan anggaran oleh Pemprov Sulsel dan lembaga terkait disesuaikan dengan kebutuhan. “Titip Bapak dan Ibu agar uang ini dapat beredar berdasarkan kebutuhan,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Zudan juga mendorong percepatan pelayanan publik, khususnya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, untuk meningkatkan iklim investasi di daerah tersebut. Menurutnya, pelayanan yang cepat dan efisien merupakan kunci menarik minat investor untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan.

“Perizinan dibuat lebih cepat lagi agar iklim investasinya lebih baik. Dari berbagai negara, banyak yang berminat berinvestasi di Sulsel,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perbendaharaan Kemenkeu Wilayah Sulawesi, Supendi, mengapresiasi capaian Sulsel yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Patut disyukuri ekonomi kita masih bisa tumbuh. Bahkan, ekonomi Sulsel tumbuh lebih tinggi dari nasional, yakni 5,6 persen,” ujar Supendi. (*/4dv)

error: Content is protected !!