JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025), Presiden menyoroti kebijakan terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) serta berbagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pada kuartal pertama 2025, kebijakan yang mendorong ekonomi antara lain kenaikan UMP, optimalisasi penyaluran bansos, pencairan THR bagi ASN dan swasta, serta berbagai stimulus saat Ramadan seperti diskon tiket pesawat, tarif tol, program diskon belanja, dan stabilitas harga pangan,” ujar Presiden.
Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi yang mencakup diskon tarif listrik, insentif pembelian properti dan otomotif, serta subsidi pajak kendaraan listrik. Selain itu, optimalisasi program makan bergizi gratis (MBG), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan realisasi panen padi turut menjadi prioritas.
Presiden menegaskan bahwa transformasi ekonomi jangka panjang juga menjadi fokus utama. Hal ini diwujudkan melalui program ketahanan pangan dan energi, serta pembentukan Dana Investasi Nasional “Danantara”. “Danantara adalah konsolidasi ekonomi BUMN yang akan kita luncurkan pada 24 Februari mendatang,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pembangunan kawasan industri, kredit investasi untuk sektor padat karya, serta pembentukan bank emas nasional. “Indonesia akan memiliki bank emas sendiri untuk mengelola sumber daya kita yang selama ini banyak mengalir ke luar negeri. Peresmian direncanakan pada 26 Februari,” ungkapnya.
Di tingkat global, Indonesia mempercepat keanggotaan dalam BRICS, menyelesaikan perjanjian dagang CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa, serta melanjutkan pendaftaran ke OECD. “Kita ingin mempercepat kerja sama ekonomi global guna meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional,” tutup Presiden. (Ag4ys)













