PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional •
Internasional

Pulang dari Masjid, Gadis 17 Tahun dibunuh di Amerika

491
×

Pulang dari Masjid, Gadis 17 Tahun dibunuh di Amerika

Sebarkan artikel ini

VIRGINIA – Polisi di negara bagian Virginia, Amerika, menuduh seorang pria membunuh seorang gadis berusia 17 tahun, setelah menyerangnya ketika dia berjalan dengan teman-temannya dari sebuah masjid terdekat di pinggiran kota Washington. Namun, kini polisi mengatakan pihaknya tidak menyelidiki kejadian itu sebagai kejahatan karena kebencian.

Pihak berwenang mengatakan, ada “perselisihan” awal hari Minggu (8/6) antara kedua belah pihak, dan bahwa salah seorang teman gadis itu, yang diidentifikasi sebagai Nabra Hassanen, melarikan diri saat ia keluar dari mobil untuk menyerangnya.

Teman-temannya kemudian pergi ke Komunitas Muslim di Daerah Dulles (ADAMS) dan polisi dipanggil, berjam-jam mencari Hassanen yang berakhir dengan menemukan mayat di kolam yang diyakini mayat gadis itu, sekitar lima kilometer jauhnya.

Selama pencarian, polisi juga mengatakan seorang petugas melihat sebuah mobil berjalan tak menentu di daerah yang sama dan menghentikannya, yang menyebabkan Darwinine Martinez Torres berusia 22 tahun ditangkap sebagai tersangka.

Harian Washington Post, mengutip polisi dan seorang pejabat masjid, mengatakan, kelompok empat atau lima remaja tersebut pergi ke restoran IHOP pada hari Minggu pagi di sela sholat di masjid dan puasa.

Situs ADAMS mengatakan, situs itu dibentuk tahun 1983, dan kampus utamanya di Sterling, Virginia, sekitar 50 kilometer sebelah barat Washington, mempunyai sebuah masjid yang dapat menampung lebih dari 700 orang. (voa/4ld)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com