Advertisement - Scroll ke atas
PangkepWisata

Pulau Camba-Cambang: Gerbang Wisata Spermonde dengan Pesona Air Jernih dan Jejak Sejarah Dua Kerajaan

514
×

Pulau Camba-Cambang: Gerbang Wisata Spermonde dengan Pesona Air Jernih dan Jejak Sejarah Dua Kerajaan

Sebarkan artikel ini
Pulau Camba-Cambang: Gerbang Wisata Spermonde dengan Pesona Air Jernih dan Jejak Sejarah Dua Kerajaan
Pulau Camba-Cambang—sebuah pulau tak berpenghuni yang secara administratif masuk dalam Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

PANGKEP—Di perairan Selat Makassar, tepat di gugusan Kepulauan Spermonde, berdiri sebuah pulau kecil yang dulu sunyi dan nyaris tak tersentuh. Kini, pulau itu menjelma menjadi primadona baru wisata bahari Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Namanya Pulau Camba-Cambang—sebuah pulau tak berpenghuni yang secara administratif masuk dalam Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dengan luas sekitar 70 ribu meter persegi dan koordinat astronomis 4°43′12.000″LS dan 119°16′24.000″BT, Camba-Cambang bukan sekadar pulau wisata. Ia merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Daerah yang ditetapkan melalui SK Bupati Nomor 290 Tahun 2015. Status konservasi ini menjadi alasan mengapa pulau ini tetap terawat, bersih, dan terjaga meski jumlah pengunjung terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dulu, pulau ini benar-benar kosong, hanya hamparan pasir putih dan air sebening kristal. Penduduk sekitar biasa datang sesekali untuk menggelar upacara Je’ne Sappara, tradisi mandi bersama di bulan Safar yang dipercaya sebagai bentuk tolak bala.

Selain momen itu, Camba-Cambang cenderung sepi, bahkan sering dilupakan. Butuh waktu hingga tahun 2012 ketika Pemerintah Daerah Pangkep mulai menata wilayah ini dan membuka potensi wisata kepulauan secara lebih serius.

Sejak saat itu, wajah pulau kecil ini berubah. Dermaga dibangun rapi sebagai tempat bersandar speed boat. Vila-vila kayu berwarna merah hati berjejer cantik, mengapung di tepi laut dan terhubung oleh jembatan-jembatan kecil. Pepohonan ditanam untuk memberikan keteduhan, disusul gazebo-gazebo yang membuat wisatawan punya banyak titik untuk bersantai.

Sebuah kafe, pos layanan kesehatan, ruang olahraga, hingga gedung serbaguna turut dihadirkan untuk melengkapi fasilitas wisata. Bahkan masjid berdiri megah di ujung pulau, menjadi titik terbaik untuk menikmati sunset Selat Makassar—saat langit berubah jingga dan kawanan burung camar melintas memburu ikan yang naik ke permukaan.

Suasana Camba-Cambang hari ini ibarat kompleks perumahan mewah di tengah laut, lengkap dengan ragam hiburan yang membuat wisatawan betah. Wahana seperti banana boat, jetski, outbound, hingga water boom yang langsung terhubung dengan laut menjadi daya tarik utama terutama pada akhir pekan.

Masyarakat Pangkep dan warga kepulauan hampir selalu memilih pulau ini untuk menghabiskan waktu libur, sementara wisatawan mancanegara kerap menginap untuk menikmati pesona laut Spermonde dari jarak dekat.

Namun, di balik keramaian itu, Camba-Cambang tetap memiliki sisi lain yang tak kalah penting: ia adalah gerbang wisata Kepulauan Spermonde. Letaknya berada tepat di tengah dua gugusan besar yang pada masa lalu menjadi batas antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo.

Pulau Camba-Cambang: Gerbang Wisata Spermonde dengan Pesona Air Jernih dan Jejak Sejarah Dua Kerajaan
Pulau Camba-Cambang—sebuah pulau tak berpenghuni yang secara administratif masuk dalam Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pada sisi barat, tampak deretan pulau-pulau yang nama depannya berawalan “sa”—Saugi, Satando, Salemo, Sagara, Sambangko, dan lainnya—wilayah yang dahulu berada di bawah kekuasaan Tallo.

Sementara di sisi timur, gugusan pulau dengan awalan “po”, seperti Polo Kulambing, Polo Laiyya, Polo Wali, Polo Pala, dan Polo Badi, merupakan wilayah kerajaan Gowa. Kini, kedua gugusan itu menyatu dalam kawasan Kepulauan Spermonde yang menjadi kebanggaan wisata bahari Sulawesi Selatan.

Sebagai pintu gerbang wisata, Camba-Cambang menjadi pusat informasi untuk mengoptimalkan pengembangan sembilan pulau wisata lain di sekitarnya. Dari pulau inilah banyak wisatawan memulai perjalanan menjelajahi dunia bawah laut Spermonde—sebuah kawasan yang terkenal dengan kejernihan air, warna-warni ikan, dan terumbu karang yang memanjakan mata.

Perjalanan menuju pulau ini tidaklah sulit. Dari Dermaga Maccini Baji di Kecamatan Labakkang, pengunjung hanya membutuhkan sekitar 30 menit menggunakan perahu atau 10 menit dengan speed boat.

Waktu tempuh yang singkat ini membuat Camba-Cambang mudah dijangkau dan cocok untuk liburan singkat, baik sekadar menikmati pantai atau menginap untuk merasakan ketenangan malam di tengah laut.

Kini, setelah berkembang selama lebih dari satu dekade, Pulau Camba-Cambang menjadi destinasi yang tidak pernah sepi pengunjung, terutama setiap Sabtu dan Minggu.

Namun di balik semua fasilitas modern dan keramaian wisata, pulau ini tetap menyimpan pesona utamanya: air yang jernih, pasir putih yang lembut, dan atmosfer damai khas pulau-pulau kecil.

Keindahannya mengalir alami, berpadu dengan sejarah, budaya, dan kesungguhan masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi ini tetap berkelanjutan.

Pulau Camba-Cambang bukan hanya pulau wisata. Ia adalah mosaik masa lalu dan masa kini; tempat di mana sejarah kerajaan, tradisi masyarakat pesisir, dan pesona bahari bertemu dalam satu bingkai yang indah. Tidak berlebihan jika pulau ini menjadi salah satu ikon baru Kepulauan Spermonde—gerbang laut yang mengajak siapa pun untuk datang, merasakan, dan kembali lagi. (Ag4ys)

Pulau Camba-Cambang: Gerbang Wisata Spermonde dengan Pesona Air Jernih dan Jejak Sejarah Dua Kerajaan
Pulau Camba-Cambang—sebuah pulau tak berpenghuni yang secara administratif masuk dalam Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
error: Content is protected !!