PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut KemitraanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut Kemitraan
Bisnis

Rumah Sering Berantakan Meski Sudah Dirapikan? IKEA Soroti Pentingnya Sistem Penyimpanan

97
×

Rumah Sering Berantakan Meski Sudah Dirapikan? IKEA Soroti Pentingnya Sistem Penyimpanan

Sebarkan artikel ini
Rumah Sering Berantakan Meski Sudah Dirapikan? IKEA Soroti Pentingnya Sistem Penyimpanan
Setelah berbagai momen perayaan berlalu, banyak rumah perlahan kembali terasa berantakan. Bukan karena ruang semakin sempit, tetapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan tempatnya. Nampan berpindah ke sudut sofa, kotak penyimpanan sementara menjadi permanen, hingga barang sehari-hari seperti skincare, aksesoris, dan charger sulit ditemukan saat dibutuhkan.

TANGGERANG—Setelah berbagai momen perayaan berlalu, banyak rumah perlahan kembali terasa berantakan. Bukan karena ruang semakin sempit, tetapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan tempatnya. Nampan berpindah ke sudut sofa, kotak penyimpanan sementara menjadi permanen, hingga barang sehari-hari seperti skincare, aksesoris, dan charger sulit ditemukan saat dibutuhkan.

Kondisi ini kerap terjadi di area kamar tidur dan kamar mandi, tempat barang esensial seharusnya mudah dijangkau. Masalahnya bukan sekadar soal rajin merapikan, tetapi sistem penyimpanan yang belum sesuai dengan kebiasaan penghuni rumah.

Interior Design Leader IKEA Indonesia, Muhammad Yusuf Attorik, mengatakan banyak orang merasa rumah selalu berantakan meski rutin dirapikan. Menurutnya, persoalan sering kali bukan karena ruang kurang atau barang terlalu banyak, melainkan penyimpanan yang tidak efektif.

Ia menjelaskan, solusi penataan rumah idealnya dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti barang yang paling sering digunakan, lokasi peletakan, hingga area yang paling sering diakses. Dengan pendekatan tersebut, rumah tidak hanya terlihat rapi secara visual, tetapi juga lebih mudah dijalani setiap hari.

Pendekatan sederhana dapat dilakukan dengan menyediakan tempat khusus untuk barang yang sering digunakan, terutama di titik aktivitas seperti meja rias atau area dekat pintu masuk. Cara ini membantu kebiasaan merapikan menjadi bagian dari rutinitas, bukan pekerjaan tambahan.

Business Leader IKEA Indonesia, Alfonsus Kristian, menyebut produk kecil seperti box, tray, trolley, dan organiser memiliki peran penting menjaga rumah tetap teratur. Ketika barang memiliki tempat yang jelas dan mudah dijangkau, penghuni cenderung langsung mengembalikannya setelah digunakan.

Untuk mendukung kebutuhan ruang yang lebih tertata, IKEA menghadirkan layanan Interior Design Service (IDS) yang membantu pelanggan merancang ruang sesuai kebutuhan dan kebiasaan. Layanan ini tidak hanya ditujukan untuk hunian, tetapi juga ruang bisnis melalui program IKEA for Business.

Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, mengatakan rumah seharusnya membantu aktivitas sehari-hari, bukan menambah beban. Melalui kampanye “Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi”, IKEA mengajak masyarakat mulai menata rumah dari langkah sederhana agar setiap barang memiliki tempat yang jelas. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com