Sapinya Diduga Ditembak Oknum Polisi, Syamsuddin Mengadu ke BAIN HAM RI

MAKASSAR – Warga Pulau Jampe, Kabupaten Kepulauan Selawar, Sulawesi Selatan, Maskur bersama keluarganya, Minggu, 16 Agustus 2020, mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP ) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ( BAIN HAM RI ) Makassar.

Kedatangan menantu Syamsuddin pemilik sapi yang mati, diduga akibat ditembak MR oknum polisi Polsek Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan tersebut, untuk mengadukan peristiwa yang mengakibatkan dirinya mengaku mangalami kerugian materiil kurang lebih 10 juta rupiah.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP BAIN HAM RI, Peri Herianto SH, melalui saluran WhatsApp, Rabu (19/8) kepada Medai Sulsel mengatakan, bahwa kedatangan Maskur bersama keluarga tersebut, karena yang bersangkutan merasa tidak adanya niat pelaku memberikan ganti rugi kepada mereka selaku pemilik sapi yang harus mati akibat diterjang peluru.

Lebih lanjut Peri menuturkan, bahwa Maskur berharap oknum Polisi berinisial MR bertanggung jawab atas perbuatannya karena melakukan tindakan semena-mena, padahal ada peraturan desa yang mengikat, apabila sapi yang merusak hanya dikenakan denda kepada pemiliknya sesuai kerusakan yang diakibatkan sapi tersebut.

“Seharusnya oknum polisi inisial MR bertanggung jawab atas kematian sapi tersebut dengan memberikan ganti rugi secara kekeluargaan sebelum kasus ini masuk ranah hukum,” tegas Peri.

Apabila tidak ada niat untuk melakukan ganti rugi, Peri mengaku pihak DPP BAIN HAM RI akan mendampingi korban sebagai pemilik sapi, melaporkan oknum ke Propam Polres Selayar dan Propam Polda Sulawesi Selatan. (*/464Ys)

Lihat Juga:  Andi Sudirman Harap Diaspora Sulsel di Jateng Berkontribusi Positif di Rantauan dan Kampung Halaman

Berita terkait