MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar berduka atas wafatnya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yasir, Sabtu (28/2/2026). Almarhum berpulang sekitar pukul 06.55 Wita di RSKD Dadi setelah menjalani perawatan intensif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menyampaikan duka mendalam dan penghormatan tinggi atas kepergian almarhum. Ia menilai Andi Muhammad Yasir sebagai salah satu pamong terbaik yang pernah dimiliki Pemkot Makassar, dengan rekam jejak panjang dan dedikasi tanpa cela.
“Beliau salah satu pamong terbaik di pemerintahan Kota Makassar. Dari camat hingga berbagai dinas, saya pribadi banyak belajar dari beliau tentang pemerintahan,” ujar Zulkifly.
Menurut Zulkifly, almarhum dikenal sebagai aparatur sipil negara yang berintegritas, profesional, dan konsisten menjaga etika birokrasi. Kariernya dimulai dari jenjang bawah—lurah dan camat—hingga dipercaya memimpin dinas dan akhirnya menjabat Asisten I Pemkot Makassar. Pengalaman panjang itu membuatnya dihormati sebagai birokrat senior dengan wawasan pemerintahan yang luas.
Zulkifly juga mengenang momen terakhir kebersamaan mereka dalam sebuah rapat, sebelum almarhum bertolak ke Medan mewakili wali kota menghadiri agenda Apeksi. Sepulang dari tugas tersebut, kabar duka datang setelah almarhum dirawat di rumah sakit.
“Setelah rapat, beliau mewakili Pak Wali ke Medan. Setelah pulang, kami dapat kabar beliau masuk rumah sakit. Tidak lama kemudian, beliau berpulang,” tuturnya.
Sebagai pejabat senior, almarhum sejatinya dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada Mei mendatang. Kehilangannya, kata Zulkifly, dirasakan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga seluruh jajaran Pemkot Makassar karena kontribusi dan gagasannya menjadi bagian penting perjalanan pembangunan kota.
Di berbagai forum internal, almarhum kerap mendorong inovasi pelayanan publik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Ia juga dikenal sederhana dan terbuka terhadap masukan. “Beliau selalu mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, dan orientasi pamong adalah kepentingan masyarakat,” kata Zulkifly.
Prosesi pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Setelah itu, jenazah disalatkan di Masjid Raya Makassar dan dimakamkan di TPU Panaikang.
Pantauan di rumah duka menunjukkan banyak pejabat dan pegawai Pemkot Makassar datang melayat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa almarhum bukan sekadar atasan, tetapi juga mentor dan sahabat bagi banyak orang. (70n/4dv)














