Semarak Harnas UMKM 2021, PLUT Diskop UKM Sulsel Gelar Webinar
Para penggiat, pendamping, pengusaha UMKM, asosiasi dan staf Diskop UKM menggelar peringatan hari nasional (Harnas) UMKM tahun 2021, Kamis 12 Agustus 2021 malam melalui media zoom dan youtube.

MAKASSAR—Para penggiat, pendamping, pengusaha UMKM, asosiasi dan staf Diskop UKM menggelar peringatan hari nasional (Harnas) UMKM tahun 2021, Kamis 12 Agustus 2021 malam melalui media zoom dan youtube.

Sebagaimana diketahui, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki hari nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Peringatan Harnas UMKM ditetapkan dalam Kongres UMKM tahun 2016 di Yogya dengan mengambil momentum kelahiran Bapak Bangsa Dr. H. Mohammad Hatta sebagai sarana untuk merawat dan membesarkan semangat ekonomi kerakyatan.

Hadir sebagai pembicara kunci Bapak Kepala Dinas Koperasi UKM Sulsel, Malik Faisal, Koordinator konsultan PLUT, Bahrul ulum Ilham, pendamping komunitas UMKM Gaddeta-Rumah Zakat dan ketua paguyuban SRC, Mappaenyong.

Malik Faisal mengatakan, hari nasional (Harnas) tahun 2021 saat dunia masih dilanda pandemi terasa berbeda dan istimewa, menuntut daya tahan, daya juang dan semangat wirausaha untuk tetap eksis di masa sulit.

”Pandemi bukan diratapi tapi momentum untuk bangkit dengan terus berinovasi, salah satunya dengan go digital,” tambahnya.

Adapun Bahrul ulum Ilham berharap agar Harnas UMKM menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan segenap sumberdaya yang begitu besar dalam memajukan peran UMKM dalam perekonomian nasional.

“Harnas UMKM adalah peringatan di mana kita meneguhkan semangat kerja kewirausahaan, semangat kerja membangun Indonesia melalui ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Adapun Ana Mardiati dan Mappaenyong Arif berbagi sejumlah kiat untuk bisa bertahan bahkan bertumbuh di masa pandemi. Keduanya menyampaikan kiat yang ditempuh antara lain melakukan prioritas usaha dengan fokus pada bisnis inti, melakukan shifting berupa perubahan layanan dari offline ke online, melakukan pivoting atau pengembangan model bisnis dengan tetap fokus pada tujuan bisnis, bahkan ntuk sementara mengganti model bisnisnya agar bisa survive. (*)