PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RT
Internasional

Serangan di Pangkalan Udara Libya, 140 Orang Tewas

1015
×

Serangan di Pangkalan Udara Libya, 140 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini

LIBIA – Sedikitnya 141 orang, umumnya anggota Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar, tewas, Jumat (19/5) akibat serangan terhadap sebuah pangkalan udara di Libya selatan.

Juru bicara kelompok milisi itu, Ahmad al-Mismari, mengatakan kepada AFP, serangan terhadap pangkalan udara Brak al-Shati itu dilakukan kelompok milisi yang setia kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dukungam PBB di Tripoli.

Ia mengatakan, para tentara yang tewas itu baru pulang mengikuti parade militer. Mereka, menurutnya, tidak besenjata dan kebanyakan mereka tewas dieksekusi. Korban tewas lain termasuk warga sipil yang bekerja di pangkalan udara itu dan mereka yang kebetulan berada di sana.

GNA mengutuk serangan itu dan membantah terlibat. GNA berjanji untuk menyelidiki serangan itu dan akan menghentikan untuk sementara wewenang Menteri Pertahanan al-Mahdi al-Barghati hingga semua yang bertanggungjawab berhasil diidentifikasi.

Kelompok-kelompok milisi bersaingan memperebutkan kekuasaan tertinggi di Libya sejak pergolakan berhasil menggulingkan pemimpin yang lama berkuasa Moammar Gaddafi dari kekuasaan.

LNA menolak menerima keabsahan GNA sebagai pemerintah, dan malah mendukung pemerintah saingan di bagian timur negara itu. (voa/4ld)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com