MAKASSAR – Pada Event Manggala Night Festival yang dihelat pemerintah kecamatan Manggala, Stand Kelurahan Batua dipadati pengunjung yang tertarik dengan batu cicin yang dipamerkan pengrajin dari kelurahan Batua.
Event ini berlangsung selama empat hari mulai 24-30 Agustus 2018.
Salah satu batu cincin yang menjadi pusat perhatian para pengunjung, menurut penjaga stand Fadly adalah batu cincin menyala yang berwarna merah.
“Dari sejumlah batu yang kami pamerkan di sini, batu menyala yang berwarna merah ini yang diminati pengunjung, Jadi batu ini akan menyala merah jika direndam di dalam air,” terang Fadly sambil menunjuk batu menyala dimaksud, kepada Mediasulsel.com, Senin (26/8/2018).
Lebih lanjut Fadly menjelaskan, bahwa seluruh batu permata yang ada di stand tersebut merupakan hasil kerajinan dari warga Batua, yang kemudian dihimpunnya untuk dipasarkan dengan harga bervariasi.
“Semua ini hasil kejarinan warga Batua, ekmunian kami yang himpun dan pasarkan dengan harga yang bervariasi, dari yang termurah seharga Rp40 ribu hingga yang paling mahal seharga Rp3,5 Juta,” lanjutnya.
Adapun batu yang merupakan bahan baku pembuatan batu cincin tersebut masih menurut Fadly didapat dari sejumlah daerah seantero Nusantara, yang kemudian diolah dengan cara menggosok dan membentuknya menjadi batu Cincin.
Selain batu cincin di Stand No. 20 tersebut juga disiapkan bahan baku yang masih berbentuk batu bongkah, atau batu perhiasan lain dari ukuran kecil hingga ukuran besar seperti batu untuk liontin dan lain-lain. (464Ys)













