MAKASSAR— Masyarakat Sulsel patut berbangga, ditengah wabah covid-19 yang terjadi disejumlah wilayah rupanya daerah ini masih mampu menghadirkan inovasi terbaik.

Hal tersebut dibuktikan dengan diterimanya tiga penghargaan sekaligus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke Pemprov Sulsel.

Pemberian penghargaan diumumkan resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19, di Sasana Bhakti Praja Gedung C Kemendagri, Jakarta, Senin (22/06).

Tiga penghargaan inovasi yang diperoleh Pemprov Sulsel, yakni juara 2 sektor Pasar Tradisional, juara 3 sektor Hotel dan meraih juara 3 dan sektor Tempat Wisata. Sementara, kategori kabupaten, Sinjai meraih juara 2 Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan untuk Kategori Kota, Parepare meraih juara 3 sektor Tempat Wisata.

Atas dedikasi inovasi ditengah pandemic ini, Pemprov Sulsel memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp5 miliar.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, inovasi yang dimenangkan setiap bidang ini tentunya atas kerja keras Pemprov Sulsel yang didukung penuh oleh masyarakat dan stakeholder terkait, seperti di pasar traditional, sektor perhotelan maupun sektor wisata.
Apalagi memang, tentu bukan hal mudah dalam melakukan penerapan inovasi ditengah pandemic covid-19. Karena yang menjadi pengembangan dalam setiap inovasi ini dengan mengedepankan protokol kesehatan di setiap bidang yang menjadi kebijakan pemerintah daerah.

Salah satunya, dimana Pemprov Sulsel mendorong ke pemerintah daerah khususnya di pasar tradisional, hotel dan wisata menerapkan protokol kesehatan.

Termasuk, sebelumnya massive dilakukan rapid tes massal di sejumlah pasar traditional untuk mendeteksi dini dan mencegah penyebaran covid-19 di pasar traditional.

Begitupun pada perhotelan yang terus diedukasi menerapkan protokol kesehatan, disetiap mereka berkegiatan karena hal ini sangat penting.
“Selalu diingatkan semua pihak agar dalam berkegiatan menerapkan protokol kesehatan, dan itu menjadi hal wajib. Tak hanya itu, tentu upaya melakukan rapid tes massal di pasar traditional juga menjadi upaya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19,” katanya.

Untuk itu, atas penghargaan yang diperoleh ini pihaknya menyampaikan rasa terima kasih ke seluruh masyarakat Sulsel.
“Atas nama Pemprov Sulsel, kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam menjalankan program pemerintah dengan baik,” ujarnya.

Nurdin Abdullah mengungkapkan, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa implementasi di lapangan sesuai dengan konsep protokol kesehatan yang telah digariskan dan ini menjadi tonggak baru agar kita bisa membangun kultur baru memasuki era baru.

Sebelumnya, dalam gelaran penghargaan ke pemerintah daerah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan, berbagai ahli kesehatan baik nasional maupun internasional menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini tidak berakhir dengan segera. Oleh karena itu, dunia beradaptasi dengan pandemi ini dengan melakukan inovasi baru dengan tatanan baru atau new norma life, karena tidak mungkin melakukan pembatasan terus-menerus secara ketat apalagi lockdown, demikian pula dengan Indonesia. Upaya adaptasi ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, dengan istilah tatanan kehidupan baru yang produktif, aman Covid-19.

“Sebagai sesuatu yang baru, tatanan ini memerlukan pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Prakondisi ini dilakukan dengan protokol kesehatan dalam berbagai sektor kesehatan dengan simulasi-simulasi,” kata Mendagri.

Ditambahkannya, upaya prakondisi tersebut diinisiasi terutama oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga, juga oleh Pemda di semua tingkatan. Tujuannya, agar terjadi gerakan Nasional kebersamaan menuju tatanan baru tersebut.

“Peran Pemda menjadi sangat penting, karena 548 Pemda tingkat I provinsi, dan tingat II kabupaten/kota bersentuhan langsung dengan masyarakat masing-masing. Oleh karena itu, Kemendagri bersama dengan Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Covid-19, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Kemendag, dan BNPP berinisiatif membuat lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19 dengan simulasinya di 7 sektor kehidupan yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi umum, tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),” tuturnya. [*]