TAKALAR – Bupati Takalar, Syamsari Kitta meletakan batu pertama pembangunan Masjid Babussyifaa Rumah Sakit Umum H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar, Selasa (2/10/2018).
Rumah sakit ini merupakan Masjid kedua yang dibangun dalam lingkungan Rumah Sakit H. P Dg. Ngalle.
Sebelumnya Masjid Nurul Husada, dibangun pada tahun 1985, dengan luasnya 7×7 meter persegi, hanya mampu menampung 100 orang jamaah.
“Ibadah merupakan kebutuhan, karyawan rumah sakit sudah 700 orang, belum ditambah keluarga pasien dan pembesuk. Kita membutuhkan Masjid baru untuk dapat menampung seluruh jamaah”, kata Ilham Nawir, Kasubag keuangan RSUD H.P dg Ngalle.
Ilham menambahkan, Masjid baru ini dibangun seluas 18×18 meter persegi, dan diestimasikan akan dapat menampung hingga 540 orang jamaah. Dana nya sendiri dari donatur, sumbangan sukarela, dan tidak mengikat.
Kegiatan peletakan Batu pertama Masjid, Selasa 2 Oktober 2018, selain dihadiri bupati takalar sendiri, Dirut Rumah Sakit dr Darwis Makka, Sp.M, juga dihadiri Kepala Kemenag Takalar, Kadis kesehatan, Ketua pembangunan masjid dr. Asyikun nasyid,Sp.An.M.kes, dan sejumlah pihak lainnya.
Dalam Laporannya, Ketua pembangunan Masjid dr. Asyikun Nasyid Roem menjelaskan Baabusysyifaa sendiri berarti pintu kesembuhan. Menjadi tepat, Masjid ini sebagai masjid Rumah sakit umum Daerah Takalar.
Sementara itu, Dirut Rumah Sakit dr Darwis Makka, Sp.M, mengatakan, pembangunan Masjid ditargetkan akan selesai tahun depan, dengan mengharapkan doa dan dukungan dari semua pihak. [fit/shar]












