MEDIASULSEL.COM—Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pekerja dengan jadwal yang padat. Kesibukan yang tinggi, tuntutan pekerjaan, dan waktu istirahat yang terbatas sering kali membuat energi cepat terkuras. Namun, dengan strategi yang tepat, puasa tetap bisa dijalani dengan lancar tanpa mengganggu produktivitas kerja.
Salah satu tantangan utama adalah menjaga stamina sepanjang hari. Bagi pekerja yang memiliki jadwal rapat beruntun, aktivitas fisik yang intens, atau pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi, rasa lemas dan kantuk sering kali menjadi hambatan. Kurangnya asupan makanan dan cairan dalam waktu lama juga dapat menurunkan daya tahan tubuh serta fokus dalam bekerja.
Selain itu, perubahan pola tidur menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Kebiasaan bangun sahur di dini hari sering kali membuat jam tidur berkurang, terutama bagi mereka yang tetap harus bangun pagi untuk berangkat kerja. Jika tidak dikelola dengan baik, kurangnya waktu tidur bisa berdampak pada menurunnya performa kerja dan daya pikir.
Bagi pekerja lapangan atau yang memiliki pekerjaan fisik berat, tantangan semakin besar. Paparan panas matahari, aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga, serta risiko dehidrasi menjadi hal yang perlu diwaspadai. Sementara itu, bagi pekerja kantoran, duduk terlalu lama tanpa asupan yang cukup dapat menyebabkan tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga.
Meski demikian, ada beberapa cara untuk menyiasati tantangan ini. Mengatur pola makan saat sahur dan berbuka menjadi kunci utama agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Konsumsi makanan yang kaya protein, serat, dan karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga energi lebih lama. Minum cukup air saat sahur dan berbuka juga penting untuk mencegah dehidrasi.
Manajemen waktu dan istirahat yang cukup juga tidak kalah penting. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur sejenak guna mengembalikan energi. Mengurangi aktivitas yang kurang perlu serta menghindari begadang juga bisa membantu tubuh tetap segar selama berpuasa.
Terakhir, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah menjadi kunci agar Ramadan tetap bermakna meski dengan kesibukan yang padat. Dengan manajemen yang baik, puasa bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan disiplin, kesabaran, dan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai situasi. (*)


















