PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • HUT TNI ke-81, Koramil Panakkukang-Manggala Gelar Makan Gratis Bersama Warga dan UMKM • Solusi Islam untuk Penanganan HIV/AIDS di Makassar • SLF Diterbitkan Konsultan, Praktik Developer Bone Diduga Tak Sesuai PP 28/2025 • Tawuran Berulang, Potret Rusaknya Sistem Kehidupan • Duga Surat MA Disabotase, Bupati Husnia Talenrang Lapor Polda Sulsel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • HUT TNI ke-81, Koramil Panakkukang-Manggala Gelar Makan Gratis Bersama Warga dan UMKM • Solusi Islam untuk Penanganan HIV/AIDS di Makassar • SLF Diterbitkan Konsultan, Praktik Developer Bone Diduga Tak Sesuai PP 28/2025 • Tawuran Berulang, Potret Rusaknya Sistem Kehidupan • Duga Surat MA Disabotase, Bupati Husnia Talenrang Lapor Polda Sulsel •
Islam

Lantunan Takbir Berkumandang di seluruh Penjuru Negeri, Sambut Datangnya Idulfitri

1405
×

Lantunan Takbir Berkumandang di seluruh Penjuru Negeri, Sambut Datangnya Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Lantunan Takbir Berkumandang di seluruh Penjuru Negeri, Sambut Datangnya Idulfitri
Gema takbir menggema di seluruh penjuru negeri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan datangnya Idulfitri. Dari masjid, mushala, hingga jalanan kota dan desa, lantunan takbir berkumandang, membawa suasana syukur dan kebahagiaan bagi umat Islam yang telah menuntaskan ibadah puasa selama sebulan penuh.

MEDIASULSEL.COM—Gema takbir menggema di seluruh penjuru negeri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan datangnya Idulfitri. Dari masjid, mushala, hingga jalanan kota dan desa, lantunan takbir berkumandang, membawa suasana syukur dan kebahagiaan bagi umat Islam yang telah menuntaskan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Bagi umat Muslim, malam takbiran bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk pengagungan kepada Allah. Lafaz takbir yang dikumandangkan menjadi simbol kemenangan spiritual setelah perjuangan menahan diri, menata hati, dan meningkatkan ketakwaan selama Ramadan.

“Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Lā ilāha illallāh, Wallāhu Akbar, Allāhu Akbar, wa lillāhil-hamd.” Kalimat ini menegaskan akan kebesaran Allah SWT dan rasa syukur atas kesempatan beribadah yang telah diberikan.

Di berbagai daerah di Indonesia, malam takbiran dirayakan dengan tradisi yang khas. Takbir keliling menjadi salah satu yang paling dinantikan. Dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan, umat Muslim beriringan sambil membawa obor, lampion, atau beduk yang ditabuh berirama. Beberapa daerah bahkan menggelar pawai kendaraan hias bertema Islami, menambah semarak malam kemenangan ini.

Di masjid dan mushala, beduk bertalu-talu mengiringi takbir yang menggema. Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul, merasakan kebersamaan yang begitu hangat. Tak jarang, malam takbiran juga menjadi ajang berkumpul keluarga sebelum hari raya tiba. Sambil menyiapkan hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang, suasana keakraban terasa semakin erat.

Sebagian masyarakat juga memanfaatkan malam takbiran untuk berziarah ke makam keluarga yang telah berpulang. Mereka berdoa, mengenang, dan memohonkan ampunan bagi para leluhur, menjadikan malam ini tidak hanya penuh suka cita tetapi juga sarat makna.

Selain merayakan dengan takbir, umat Islam juga dianjurkan untuk mengisi malam ini dengan doa dan dzikir. Memperbanyak ibadah di penghujung Ramadan menjadi bentuk rasa syukur yang mendalam. Takbir disunnahkan sejak matahari terbenam hingga sebelum salat Idulfitri, mengingatkan umat Muslim untuk terus mengagungkan Allah di setiap kesempatan.

Malam takbiran juga menjadi waktu untuk mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan. Mandi sunnah, mengenakan pakaian terbaik, hingga memastikan zakat fitrah telah ditunaikan menjadi bagian dari persiapan sebelum berangkat ke lapangan atau masjid untuk salat Idulfitri.

Lebih dari sekadar tradisi, malam takbiran adalah momen refleksi dan kebersamaan. Suara takbir yang menggema bukan hanya tanda perayaan, tetapi juga pengingat akan perjalanan spiritual yang telah ditempuh selama Ramadan. Dalam gema takbir, ada doa dan harapan agar setiap pribadi menjadi lebih baik di hari yang fitri.

Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Selamat menyambut Idulfitri, semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com