JENEPONTO—Antrean panjang kendaraan di SPBU 74.923.35 Kalukuang dan SPBU 74.923.01 Pammengkang Bulo-bulo memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jeneponto, Senin (23/3/2026).
Antrean kendaraan dari arah Bantaeng menuju Makassar mengular mulai dari Simpang Lima lampu merah Ka’bonga Taman Turatea hingga depan SPBU 74.923.35 Kalukuang, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu.
Kemacetan diperparah oleh antrean kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU tersebut. Di lokasi ini, pengisian BBM jenis Pertalite ke dalam jeriken terlihat lebih diutamakan dibanding kendaraan yang mengantre.
Kondisi serupa juga terjadi di depan SPBU 74.923.01 Pammengkang Bulo-bulo, Jalan Poros Jeneponto–Bantaeng, Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arungkeke. Antrean kendaraan memanjang hingga mendekati batas kota. Pengisian BBM ke jeriken juga tampak lebih diprioritaskan. Menurut informasi, terdapat fee untuk setiap jeriken yang diisi.
Selain itu, arus balik kendaraan dari arah Bantaeng menuju Makassar turut menambah kepadatan lalu lintas. Kendaraan didominasi pemudik yang kembali ke rumah atau tempat kerja setelah libur Idulfitri.
Untuk menghindari kemacetan, sebagian pengendara dari arah Karisa memilih berbelok ke arah Pannara, Kelurahan Empoang Selatan, di wilayah batas kota.
Pasca-Idulfitri, harga Pertalite di tingkat pengecer di Jeneponto juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berkisar Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per liter, kini dijual Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter, bahkan mencapai Rp17 ribu per liter.
Para pengecer berdalih pasokan Pertalite sulit diperoleh di SPBU serta waktu antre yang lama, sehingga harga jual dinaikkan. (*)














