Terjaring Operasi Yustisi Tanpa Masker, Seorang ASN di Gowa Tolak Diperiksa
Tim Operasi Yustisi dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Kabupaten Gowa, Kamis (04/02/2021) pukul 09.00 WITA, yang dilaksanakan di sekitar Jembatan kembar Kabupaten Gowa, ditemukan seorang oknum ASN berinisial AS tanpa menggunakan masker, ironisnya saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan melakukan penolakan.

SUNGGUMINASA—Tim Operasi Yustisi dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Kabupaten Gowa, Kamis (4/2/2021) pukul 09.00 Wita, yang dilaksanakan di sekitar Jembatan kembar Kabupaten Gowa, ditemukan seorang oknum ASN berinisial AS tanpa menggunakan masker, ironisnya saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan melakukan penolakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, AS yang diketahui sebagai salah satu oknum pengajar di salah satu sekolah kejuruan di Kabupaten Gowa itu sempat berdebat dengan Wakil Bupati Gowa, Abd. Rauf Malagani Karaeng Kio S.Sos, M.Si yang ikut memantau jalannya operasi.

Karena tingkahnya yang tidak kooperatif, Wakil Bupati Gowa memerintahkan kepada ketua tim 3, Kapt. Inf. Syaiful yang membawahi 30 personil gabungan lainnya untuk mengamankan yang bersangkutan guna dilakukan pemeriksaan Rapid Antigen dan sanksi denda.

Dalam operasi tersebut, sesuai data yang dihimpun Media Sulsel, terdapat 25 orang yang dijatuhi sanksi denda, dan 16 orang dilakukan test rapid antigen, yang semuanya dengan hasil negatif.

Kapolres Gowa, AKBP Budi Santoso, S.I.K. saat dikonfirmasi terkait adanya warga yang tidak kooperatif dalam operasi yustisi ini mengatakan, bahwa semua pelanggar siapapun itu, akan diberikan sanksi yang tega.

“Saya tegaskan kepada setiap warga yang mencoba-coba menolak untuk dilakukan pemeriksaan karena ditemukan tidak patuh pada prokes akan kami tidak tegas. Tindakan dapat dilakukan dengan cara menerapkan denda, pemeriksaan rapid antigen dan Swab PCR dan bila hasilnya positif akan dilakukan isolasi termasuk menerapkan UU No 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan,” tegas AKBP Budi Susanto. (*/70n)