GOWA—Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bori’matangkasa resmi melantik jajaran pengurus baru dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Muhammadiyah Al-Ikhwan Paranga, Minggu (21/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi awal kepengurusan baru untuk melanjutkan gerakan dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Selaras dalam Langkah, Menyulut Spirit Pemuda Digdaya”, pelantikan menetapkan Muh. Hazwar Hamid sebagai Ketua PCPM Bori’matangkasa periode terbaru bersama jajaran pimpinan lainnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa Arifuddin Abbas, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bori’matangkasa, organisasi otonom Muhammadiyah, kader, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Arifuddin Abbas menyampaikan bahwa organisasi pemuda harus mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus tempat lahirnya kader yang siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, gerakan Pemuda Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat melalui dakwah, pendidikan, ekonomi, dan gerakan sosial.
Sementara itu, Ketua PCPM Bori’matangkasa Muh. Hazwar Hamid mengatakan amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab yang akan dijalankan dengan semangat pengabdian. Ia menilai perjalanan di Pemuda Muhammadiyah merupakan bagian dari proses perjuangan bersama.
Ketua Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bori’matangkasa, H. Abd. Sila, dalam amanatnya mengingatkan para kader agar tetap menjaga komitmen dan istiqamah dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Rangkaian pelantikan juga dirangkaikan dengan peluncuran Mobil Sehat PCPM Bori’matangkasa sebagai bentuk kepedulian organisasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PCPM Bori’matangkasa diharapkan dapat menghadirkan gerakan pemuda yang aktif, kolaboratif, dan memberi manfaat bagi masyarakat. (*)
Citizen Reporter: Muh. Reza Zaputra (Bendahara Umum PC Pemuda Muhammadiyah Bori’matangkasa)
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.













