PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RT
DuniaPeristiwa

Tiga Pasukan Militer AS Tewas dalam Serangan di Kenya

504
×

Tiga Pasukan Militer AS Tewas dalam Serangan di Kenya

Sebarkan artikel ini
Para pilot dari Skuadron 475th mengikuti upacara bendera di Kamp Simba
Para pilot dari Skuadron 475th mengikuti upacara bendera di Kamp Simba, yang digunakan sebagai tempat latihan tentara AS dan Kenya di Manda Bay, Kenya, 26 Agustus 2019. (Foto: AP)

DUNIA – Sejumlah ekstremis menewaskan tiga pasukan militer Amerika dalam serangan di sebuah markas militer yang digunakan oleh pasukan AS dan Kenya di perbatasan dengan Somalia, pada Minggu (5/1/2020) kemarin.

Para ekstremis itu menerobos perimeter di sekitar Lapangan Terbang Teluk Manda, menghancurkan beberapa pesawat AS dan kendaraan sebelum pasukan AS dan Kenya mengalahkan mereka.

Komando militer AS untuk Afrika (AFRICOM) mengatakan ketiga korban tewas adalah seorang perwira AS dan dua pegawai kontraktor. Dua kontraktor lain terluka.

Kelompok militan al-Shabab mengklaim bertanggung jawab serangan dini hari Minggu (5/1) tersebut. Dikatakan, pihaknya telah merebut sebagian pengkalan itu, menewaskan 17 warga Amerika dan sembilan warga Kenya — klaim yang kata AFRICOM dibesar-besarkan.

Richard Tuta, seorang pakar keamanan yang berbasis di Nairobi, mengatakan al-Shabab mencari pengakuan di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran pasca serangan udara AS yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

“Mereka sadar sekarang ini yang jadi fokus adalah serangan balasan atas apa yang terjadi di Baghdad.”

“Bagi mereka, ini adalah sebuah peluang untuk mencari pengakuan secara internasional. Itu sebabnya meskipun mereka sadar bahwa mereka akan kalah, tapi mereka harus melakukannya untuk mendapat pengakuan internasional,” katanya.

Tapi seorang juru bicara al-Shabab mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan Minggu (5/1) itu tidak ada kaitannya dengan insiden antara AS dan Iran. Al-Shabab adalah kelompok Muslim Sunni, sedangkan mayoritas Muslim Iran beraliran Syiah. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com