Tim Tadar Satker KLH Sulselbar Terjun Langsung Bantu Korban Gempa Sulbar
Rimbawan Tim Tanggap Darurat (Tadar) Satker KLHK Sulselbar, sebagai bentuk dukungan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak oleh Gempa Sulawesi Barat, meski berjarak ratusan kilometer dari Kota Makassar dan melalui beberapa kabupaten/kota, namun tak menyurutkan langkahnya untuk terjun langsung membantu para korban yang berada di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

MAMUJU—Rimbawan Tim Tanggap Darurat (Tadar) Satker KLHK Sulselbar, sebagai bentuk dukungan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak oleh Gempa Sulawesi Barat, meski berjarak ratusan kilometer dari Kota Makassar dan melalui beberapa kabupaten/kota, namun tak menyurutkan langkahnya untuk terjun langsung membantu para korban yang berada di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Sebagaimana telah diketahui, gempa berkekuatan Magnitudo 5,9 yang terjadi Kamis, 14 Januari 2021 jam 14.35 WITA dan Gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat. 15 Januari 2021 dini hari telah meluluh lantakan sejumlah bangunan yang berada di kedua kabupaten tersebut.

Berbekal niat kemanusiaan dalam rangka membantu meringankan beban para korban terdampak gempa Sulbar, Tim Tadar KLHK Sulselbar langsung menerjunkan timnya, bertolak dari BPDASHL Jeneberang Saddang Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar-Sulsel, Sabtu 16 Januari 2021 tim dijadwalkan bergerak menuju titik posko KLHK Gempa Sulbar Satker LHK Sulawesi pada Kantor BPDAS Hi Lariang Mamasa di Kabupaten Mamuju.

Rombongan Tim Tadar KLHK dikomandoi Koordinator Posko Daerah Sulselbar /Korwil UPT Satker LHK Sulawesi yang juga merupakan Kepala Pusat P3E SUMA, Dr. Ir. Darhamsyah, MSi serta didampingi Kabalai PDAS Jeneberang Saddang, Muh Tahir, S P, M.Si, Kadaops Manggala Agni Balai PPI dan Karhutla Ishak Andi Kunna, S.Hut, serta Kepala tim BBKSDAE Sulawesi yang juga Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV pare Parepare, Santiago Pereira, SP, MM dan rombongan Satker LHK Sulawesi Selatan, dengan menerjunkan 25 unit mobil pengengkut bantuan.

Secara keseluruan anggota tim yang tergabung dalam rombongan terdapat 61 personil berasal BPDAS JS (12 org), BBKSDA Sulsel (15 org), Balai PPI Sulawesi dan Manggala Agni Daops Gowa (30 org), dan P3E Suma (7 org).

Kepada Media Sulsel, Rabu (20/1) Darhamsyah menuturkan, bahwa perjalanan Makassar Mamuju yang harus melewati 9 kabupaten kota dengan total perjalanan darat lebih dari 600 KM itu, rombongan membutuhkan waktu tempuh selama 14 Jam dan baru tiba di Mamuju, Minggu 17 Januari 2021 Jam 03.25 WITA, yang juga sempat melewati sebanyak 10 titik longsor.

Sebelum tiba di Kabupaten Mamuju, lanjut Darhamsyah, Sabtu, (16/1) jam 21.00 WITA, rombongan juga terlebih dahulu menyempatkan singgah di Posko Induk Gempa Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, untuk menyerahkan bantuan dan diterima langsung wakil Bupati Majene didampingi perwakilan Masyarakat setempat, serta juga menyerahkan bantuan kemanusiaan di posko korban gempa di Tapalang Mamuju.

Bantuan yang didistribusikan tersebut menurut Darhamsyah merupakan bantuan yang dihimpun dari Paguyuban Kepala BALAI DAS se-Indonesia , BPDASHL Jeneberang Saddang, BBKSDA, BPTH, Balai Gakum, P3E Suma, BPKH, SKMA, dan PPI serta para mitra konservasi dan sumbangan perorangan lainnya.

Adapun jenis bantuannya yang didistribusikan antara lain berupa natura dan peralatan seperti sembako, tenda, tikar, genset, selimut, pakaian dalam anak kecil, alat mandi, masker, hand sanitizer, peralatan darurat P3K, air mineral, mie instant, telur, sarung tangan, terpal, pompa air, BBM solar dan bensin, perlengkapan bayi dan anak, keperluan perempuan, obat obatan dan lain sebagainya.

Selanjutnya mulai Minggu, 17 Januari 2021 sumbangan kemanusiaan didistribusikan langsung kepada warga terdampak bencana di beberapa titik di wilayah kabupaten Mamuju oleh Korlap masing-masing, di bawah komando KASIWIL 4 BBKSDA Sulsel, Santiago Pereira SP, MM bersama KASIWIL 1 POLMAN BBKSDA Sulselbar, Hasan, SH, bersama 12 anggota Tim lainnya.

Guna memudahan komunikasi dan koordinasi, Tim juga membentuk Posko Tadar Bencana Gempa UPT KLHK Makassar, yang berkantor di BPDASHL Jeneberang Saddang, serta dibentuk Posko UPT KLHK di Mamuju, berlokasi di kantor BPDAS Lariang Mamasa dan Kantor Resort Kalumpang BBKSDA Sulsel di Mamuju.

Sementara Tim Pengarah di wilayah Sulsel dikomandoi Kapus P3E SUMA dan Kepala Balai Besar KSDAE Sulawesi Selatan, sedangkan Ketua dijabat Kabalai PDASHL Jeneberang Saddang dan anggota para Kepala UPT KLHK Sulselbar.

Tim Tadar KLHK terus memonitoring perkembangan melalui sarana pada Satker UPT KLHK Sulselbar sebagai media komunikasi dan koordinasi dan hasil perkembangan di daerah bencana Sulbar selanjutnya akan dilaporkan ke Menteri LHK, Wamen LHK, Sekjen LHK dan Jajaran Eselon 1 di Jakarta. (*/70n)

Tim Tadar Satker KLH Sulselbar Terjun Langsung Bantu Korban Gempa Sulbar
Rimbawan Tim Tanggap Darurat (Tadar) Satker KLHK Sulselbar, sebagai bentuk dukungan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak oleh Gempa Sulawesi Barat, meski berjarak ratusan kilometer dari Kota Makassar dan melalui beberapa kabupaten/kota, namun tak menyurutkan langkahnya untuk terjun langsung membantu para korban yang berada di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.