MAKASSAR – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar menerima kunjungan studi tiru dari sejumlah TP PKK tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Gedung TP PKK Kota Makassar, Kamis (9/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 yang tahun ini dipusatkan di Kota Makassar.
Rombongan yang terdiri dari TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Toraja Utara datang untuk mempelajari berbagai inovasi dan program unggulan yang dijalankan TP PKK Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar memperkenalkan sejumlah program yang mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, mulai dari penguatan administrasi, digitalisasi data, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Sekretaris I TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu program prioritas yang terus dikampanyekan secara masif kepada masyarakat atas arahan Ketua TP PKK Kota Makassar.
Menurutnya, isu pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok kerja, tetapi telah diintegrasikan ke seluruh Pokja agar pelaksanaannya lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah menjadi perhatian utama kami. Kampanye ini masuk ke seluruh Pokja agar setiap program memiliki kontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Faridah.
Ia menjelaskan sejumlah program yang dijalankan antara lain edukasi Stop Boros Pangan untuk mengurangi sampah makanan, pelatihan pengelolaan sampah bernilai ekonomi, hingga program PKK Goes to School yang mengajarkan pola hidup bersih dan peduli lingkungan kepada pelajar.
Sementara itu, Sekretaris II TP PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, menambahkan pihaknya juga aktif menggerakkan budaya gotong royong melalui program Jumat Bersih dan pengembangan Bank Sampah.
“Melalui gerakan Jumat Bersih dan Bank Sampah, kami ingin membangun kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Harapannya, seluruh kader PKK dapat menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat sehingga budaya memilah dan mengelola sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga,” katanya.
Paparan berbagai program tersebut mendapat apresiasi dari peserta studi tiru. Mereka menilai inovasi yang dijalankan TP PKK Kota Makassar layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih Seno, mengaku terkesan dengan kelengkapan administrasi dan inovasi program yang dimiliki TP PKK Kota Makassar.
“Masya Allah, kami semua sangat kagum. Papan data yang ditampilkan sangat lengkap dan sesuai dengan hasil Rakernas PKK. Ini menjadi studi tiru bagi kami di Provinsi Kalimantan Timur agar semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas program PKK,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan kesiapan menjadikan TP PKK Kota Makassar sebagai referensi dalam pengembangan program pengelolaan sampah rumah tangga di Kalimantan Timur.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Damayanti Batti Palimbong. Menurutnya, berbagai inovasi yang dipaparkan, terutama pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh Pokja, menjadi inspirasi yang layak diterapkan di daerahnya.
“Kami sangat mengapresiasi Ketua TP PKK Kota Makassar beserta pengurusnya. Program-program yang dipaparkan sangat inovatif, terutama pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh Pokja. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk diterapkan di Toraja Utara,” katanya.
Melalui studi tiru ini, TP PKK Kota Makassar kembali menegaskan perannya sebagai salah satu daerah rujukan dalam pengembangan program pemberdayaan keluarga, penguatan kelembagaan, dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. (70n)














