JENEPONTO – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BKMF SINAPSIS FIKK UNM menggelar kegiatan Baruga Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola asuh anak, tumbuh kembang balita, serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur, Kepala Puskesmas Barana Nani Sumariyanti, Ketua TP PKK Desa Beroanging, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Beroanging, Nurdin Nur, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya para orang tua.
Menurutnya, edukasi mengenai pola asuh, tumbuh kembang anak, dan pemenuhan gizi merupakan bekal penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Pemerintah Desa Beroanging siap mendukung seluruh rangkaian program yang dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, tim PPK Ormawa memberikan materi mengenai pola asuh yang tepat dan stimulasi tumbuh kembang anak. Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, menjaga kesehatan anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang secara optimal.
Kepala Puskesmas Barana, Nani Sumariyanti, yang bertindak sebagai narasumber menegaskan bahwa pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita menjadi fondasi utama dalam mencegah stunting.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil berpengaruh besar terhadap pertumbuhan janin, sementara setelah lahir anak memerlukan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin.
“Pemenuhan gizi ibu hamil tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan ibu, tetapi juga menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin. Setelah anak lahir, pemberian ASI eksklusif dan MPASI bergizi seimbang menjadi langkah penting untuk memastikan anak tumbuh optimal,” katanya.
Nani juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya tenaga kesehatan.
Menurutnya, keluarga memiliki peran besar dalam menyediakan makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin memanfaatkan layanan kesehatan seperti Posyandu.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” tuturnya.
Melalui kegiatan Baruga Kesehatan Ibu dan Anak ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengasuhan yang baik dan pemenuhan gizi seimbang sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga sehat serta mempercepat upaya pencegahan stunting di Desa Beroanging. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter : Nur Ashilah Apriliani (Mahasiswa FIKK UNM)













