PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru •
News

Viral Foto Peserta Diksar Dirawat, Polda Sulsel Klarifikasi Tak Ada Kekerasan

1292
×

Viral Foto Peserta Diksar Dirawat, Polda Sulsel Klarifikasi Tak Ada Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Viral Foto Peserta Diksar Dirawat, Polda Sulsel Klarifikasi Tak Ada Kekerasan

MAKASSAR—Sebuah foto yang dikirimkan netizen kepada Mediasulsel.com, Minggu (11/5/2025), menampilkan seorang peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Satpam dari Platon 1 tengah dirawat di rumah sakit. Foto tersebut viral dan memunculkan dugaan adanya kekerasan fisik dari oknum instruktur Diksar yang terlibat dalam pelatihan.

Merespons hal tersebut, Mediasulsel.com melakukan penelusuran dan mengkonfirmasi langsung kepada Dirbinmas Polda Sulsel, Kombes Pol Anang, serta Kasubdit Satpam AKBP Muktar.

Kombes Pol Anang, yang dihubungi melalui WhatsApp, awalnya mengaku belum mengetahui adanya insiden tersebut.

“Mas, terima kasih sudah informasikan. Saya akan cari tahu ke anggota terkait diksar itu dan foto yang beredar,” ujarnya.

Tak berselang lama, Anang kembali memberi klarifikasi bahwa berdasarkan informasi dari anggotanya, peserta yang terlihat di foto memang sedang sakit dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sudah saya konfirmasi. Ternyata yang bersangkutan memang sakit dan dirawat. Tidak ada insiden kekerasan seperti yang beredar,” jelasnya.

Untuk memastikan informasi ini tersampaikan secara utuh, jumpa pers digelar di Teras Café Makassar. Kombes Pol Anang dan AKBP Muktar hadir langsung memberikan penjelasan kepada awak media.

“Saya berterima kasih atas laporan ini. Informasi seperti ini menjadi bahan evaluasi kami dalam pelaksanaan Diksar Satpam ke depan,” ujar Kombes Pol Anang.

Sementara itu, AKBP Muktar menegaskan bahwa tidak ada kekerasan dalam pelatihan. Menurutnya, Diksar hanya berfokus pada pembinaan fisik seperti lari dan latihan dasar lain, dan peserta yang memiliki kondisi kesehatan khusus sudah dipisahkan.

“Terkait isu pemukulan hingga dirawat, itu tidak benar. Ini kemungkinan besar hanya miskomunikasi,” tegasnya.

Namun demikian, Muktar tak menampik adanya laporan yang berkembang soal dugaan kekerasan terhadap peserta perempuan. Ia menyatakan pihaknya akan menyelidiki informasi tersebut secara serius.

“Kalau memang ada tindakan kekerasan, apalagi terhadap peserta wanita, silakan melapor. Kami akan kawal penuh, baik itu siswa maupun siswi. Tak ada yang perlu ditakutkan,” tegas Kombes Pol Anang menambahkan.

Dirbinmas dan jajaran Kasubdit Satpam berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan, termasuk dugaan penamparan oleh oknum instruktur. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan dalam pelatihan Diksar Satpam.

“Kami akan tindak tegas jika terbukti ada anggota yang melakukan kekerasan. Dan kami mengajak semua peserta Diksar, bila merasa teraniaya, laporkan. Jangan takut. Kami siap mendukung dan mengawal,” tutup Kombes Pol Anang.

Kasus ini membuka ruang penting bagi transparansi dan evaluasi pelaksanaan Diksar Satpam di bawah pengawasan Polda Sulsel. MediaSulsel akan terus memantau perkembangan selanjutnya. (70n/Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com