Wali Kota Makassar Mengaku Tak Pernah Beri Izin Pasar Malam di Al-Markaz
Suasana pasar malam di halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar.

MAKASSAR—Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau yang akrab disapa Danny Pomanto, mengaku tidak pernah memberikan izin apapun atas dibukanya pasar malam atau bazaar ramadhan yang diselenggarakan di halaman Masjid Al-Markaz Makassar.

“Saya tidak pernah mengeluarkan surat izin apapun itu. Lebih jelasnya silahkan tanya ki ke Pak Manai Kepala BPBD. Disana coba kita tanyakan,” kata Danny Pomanto kepada Mediasulsel.com, Selasa (13/4/2021).

Demikian juga halnya dengan Kepala BPBD Kota Makassar, Manai Sophian saat dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin apapun terkait keberadaan pasar ramadhan tersebut.

“Saya ini dik tidak pernah mengeluarkan izin apapun terkait pasar Ramadhan atau Bazar Ramadhan tersebut. Bohong jika ada yang mengatakan saya atau Pihak BPBD memberikan izin. Untuk penertibannya silahkan bertanya kepada pihak penegak PPKM,” terang Manai Sophian melalui sambungan WhatsApp.

Namun, tidak demikian halnya dengan pengakuan Panitia Pelaksana Pasar Ramadhan Al-markaz yang rencananya akan dihelat selama satu bulan Ramadhan 1442 H di halaman masjid Al-Markaz tersebut.

Panitia Pengelola Pasar Ramadhan, H. Mustafa mengatakan, bahwa untuk melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya telah mengkoordinasikan dengan Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dan diberikan izin untuk membuka 150 lapak dengan catatan hanya boleh membuka sebanyak 150 lapak dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya mendapat izin membuka lapak ini sebanyak 150 lapak kios dan sesuai dengan anjurannya protokol kesehatan tetap gunakan masker dan jaga jarak pengunjung dengan cara jalan diperlebar dan hanya satu pintu masuk dan satu pintu keluar,” ujar H. Mustafa.

Lebih lanjut menurut Mustafa Lapak atau kios tersebut dibuka untuk menghidupkan ekonomi masyarakat yang sudah lama tidak aktif. Apalagi lanjut Mustafa tahun lalu sama sekali tidak ada, dan untuk Ramadan kali ini hanya 150 lapak, sedangkan biasanya hampir seribu penjual.

“Saya minta penjual siapkan masker untuk dibagikan jika tidak ada maskernya dan dianjurkan jaga jarak, sesuai anjuran dari bapak Walikota Makassar Danny Pomanto,” tegas H. Mustafa.

Sementara itu, Kasatpol PP kota Makassar, Imam Hud saat di konfirmasi melalui pesan WA hanya menerangkan bahwa  dari Satpol juga tidak pernah memberikan izin, dan untuk izin itu yang berhak mengeluarkan adalah walikota dan kepala BPBD kota Makassar.

Sedangkan terkait tindakan yang akan dilakukan satpol, Iman mengaku, bahwa penindakan yang lakukan Satpol saat adanya pelanggaran prokes baru akan dilakukan jika ada perintah dari Walikota.

“Jika ada perintah Pak Walikota untuk dibubarkan, ya dibubarkan,” tegas Iman Hud.

Tim edukator covid-19 Tim Trisula, Joe Frith mengatakan, bahwa jika memang Wali Kota Makassar dan pihak BPPD kota Makassar memberikan izin, tentu pihaknya tidak bisa apa-apa dan membiarkan pasar ramadhan tersebut terus berjalan, namun jika tidak ada izin, maka pihaknya akan membuat laporan berita acara untuk dilanjutkan ke Satgas serta TNI-Polri selaku penegak hukum.

“jika izin kios/lapak tersebut ada dari Walikota Makassar Danny Pomanto dan pihak BPBD kota Makassar ya silahkan dilanjut. Tapi jika tidak ada maka maaf kami akan buatkan laporan berita acara untuk segera di lanjutkan ke Satgas serta TNI-Polri selaku petugas penegak hukum,” terang Joe.

Sementara sesuai pantauan di  lapangan, jarak antar kios nampak memang lebih jauh jika dibandingkan dengan biasanya, namun bagaimana cara mengatur calon pengunjung kios/lapak saat padat itu perlu diperhatikan saat lapak tersebut dioperasikan. (70n/464Ys)