Lorong Bungung Lompoa.

MAKASSAR – Warga Kelurahan antang Khususnya yang berada didalam lorong Bungung lompoa RW 5 RT 3 sepakat melakukan lockdown atau penutupan sementara waktu untuk mencegah masuknya penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Lurah Antang, Kecamatan Manggala Amanda Syahwaldi mengatakan,sudah mendapatkan laporan adanya lockdown lokal yang dilakukan masyarakat khususnya yang berada didalam lorong Bungung Lompoa.

“Adaji laporan kalau telah melakukan Lockdown dan ini intinya hanya untuk melarang orang yang ada diluar untuk masuk kedalam lorong tersebut,apa lagi didalam sana ada banyak kos-kosan,Ungkap Amanda,” Senin 30-3-20.

Dia menyebutkan Warga yang ada didalam Lorong Bungung Lompoa masih bisa melakukan aktifitas yang dianggap sangat penting dan mendesak.

“Mereka masih bisa melakukan aktifitas apa lagi yang sangat penting dan mendesak,Kami juga telah menghimbau masyarakat untuk tetap berada dirumah,dan tidak keluar dirumah apa bila tidak ada yang penting,” Sebutnya.

Lurah Antang lebih jauh,Mengaku untuk penyemprotan desinfektan ke lorong-lorong, itu hanya inisiatif dari masyarakat saja, karena pemerintah kota makassar khususnya kelurahan antang tidak mempunyai anggaran.

“Kalau penyemprotan kerumah warga itu hanya inisiatif masing-masing,karena kita tidak mempunyai anggaran,dan biasanya yang ada hanya bantuan dari partai politik, calon walikota ataupun dari bantuan anggota dewan,ituji yang kita terima,” Jelasnya.

Lurah antang menambahkan pendataan masyarakat yang terdampak dengan adanya virus corona karena tidak dapat melaksanakan pekerjaannya,telah dilakukan.

“Kami sudah melakukan pendataan masyarakat yang terdampak dengan adanya pemberlakuan dan pembatasan kegiatan diluar,Tambahnya.

Sementara itu Salah Satu warga mengaku, Sangat berharap adanya pemyemprotan kerumah-kerumah warga,untuk mencegah adanya penyebaran virus corona.

“Kami sangat berharap ada penyemprotan disinfektan ke lorong-lorong,termasuk adanya bantuan dari Pemerintah utamanya sembako karena kondisi saat ini, dimana sebagain toko telah ditutup dan aktifitas masyarakat dikurangi,” Tegasnya.