Iqbal Suhaeb, Penjabat Wali Kota Makassar

MAKASSAR – Pemerintah Kota (pemkot) Makassar sudah menyiapkan berbagai langkah ketika kota ini dilockdown karena wabah covid-19 yang makin memprihatinkan.

Salah satunya dengan menyiapkan logistik atau kebutuhan hidup bagi masyarakat miskin selama masa lockdown yakni 14 hari.

Iqbal mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengaktifkan jaring-jaring pengaman sosial melakukan pendataan jumlah masyarakat yang mesti dibantu logistik.

“Karena wabah ini, dan kemungkinan jika harus diberlakukan lockdown, diperkirakan banyak masyarakat yang jadi miskin dan tidak bisa cari nafkah akibat kebijakan social distancing. Itu kita antisipasi,” ujar Iqbal saat melakukan video conference dengan wartawan dari ruang kerjanya di Balaikota, Kamis (26/3).

Dia meminta jaring-jaring pengaman sosial bekerja melakukan pendataan hingga ke tingkat RT/RW.

“Saya meminta Dinas Sosial lakukan pendataan secara akurat hingga tingkat paling bawah yaitu RT/RW,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Thahir mengemukakan, saat ini, pihaknya sudah mengaktifkan jaring-jaring pengaman sosial tersebut dan sudah sementara melakukan pendataan.

Yang menjadi sasaran adalah buruh harian, pengojek, pekerja serabutan, hingga daftar penerima manfaat yang belum masuk dalam kategori pemberian oleh pemerintah.Juga termasuk penyandang disabilitas dan panti.

“Datanya sementara kita coba ambil, kita mapping termasuk disabilitas dan panti,” kata Mukhtar kemarin.

Untuk sementara, dia mengkalkulasi ada 10 ribu KK yang harus dibantu logistik. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp13 miliar.

“Hitung-hitungannya sekitar 10 ribu KK. Tapi pastinya, tergantung dari hasik survey jaring-jaring pengaman yang dibuat,” ungkapnya.

Untuk anggaran sendiri, tambahnya, sejauh ini belum ada informasi apakah permintaan itu bisa dipenuhi seluruhnya atau tidak.

“Tapi kalau bisa, setengah dari usulan itu dulu yang dipenuhi agar kita bisa mengambil langkah-langkah antisipasi,” jelasnya.

Adapun skenario yang akan diberlakukan nantinya jika Pemkot melakukan lockdown, para penerima bantuan logistik akan diberi beragam kebutuhan hidup, terutama sembako selama 14 hari. Logistik yang dimaksud berupa beras, mie instant, kebutuhan sanitasi dan mandi, popok bayi, biskuit, hingga kebutuhan untuk lansia. [*]