PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Kuliner

Warteg Rindu Rumah Karya Yudha Diksana Dermawan, Mengobati Kerinduan Masakan Ibu

462
×

Warteg Rindu Rumah Karya Yudha Diksana Dermawan, Mengobati Kerinduan Masakan Ibu

Sebarkan artikel ini
8 20240916 191856 0000

MAKASSAR—Yudha Diksana Dermawan adalah contoh bagaimana kerinduan akan rumah dapat menginspirasi perjalanan hidup yang luar biasa.

Lulusan Melbourne Polytechnic, ia tak hanya mengantongi gelar Qualified Chef Australia. Tetapi juga menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen Perhotelan di Australia.

Lima tahun menetap di Melbourne telah memberikan banyak pengalaman berharga, tetapi juga menyisakan satu kerinduan yang terus membayangi: kehangatan masakan rumah, terutama hidangan ibunya yang telah berpulang 15 tahun lalu.

Selama di Melbourne, Yudha sering mendapati dirinya merasa terasing dari rasa dan aroma masakan rumahan yang membangkitkan kenangan. “Setiap kali makan di luar, selalu ada rasa yang kurang,” kenangnya.

Rindu yang tak terobati inilah yang memicu tekadnya untuk kembali ke tanah air dan menghadirkan warung makan yang menyuguhkan masakan dengan rasa kasih sayang yang hanya bisa ditemukan di meja makan keluarga.

Pada 16 September 2024, Yudha secara resmi meluncurkan Warteg Rindu Rumah yang terletak di Jalan Urip Sumiharjo No 286 (Depan Kantor Gubernur Sulsel). Sebuah tempat makan yang didedikasikan untuk mereka yang, seperti dirinya, merindukan kehangatan dan kesederhanaan masakan rumah.

Warteg ini tidak hanya sekadar menyajikan makanan, tetapi juga menjadi tempat di mana pelanggan bisa merasakan kembali kenangan mereka melalui hidangan-hidangan khas yang kaya rasa dan penuh nostalgia.

“Saya ingin Warteg Rindu Rumah menjadi tempat di mana orang-orang bisa datang dan merasa seperti di rumah, menikmati masakan yang mungkin mengingatkan mereka pada ibu, nenek, atau keluarga mereka,” kata Yudha.

Menu di Warteg Rindu Rumah disusun dengan hati-hati untuk memastikan keotentikan rasa. Dari Tempe Orek hingga Sayur Asem, setiap hidangan menggambarkan kekayaan kuliner nusantara dengan sentuhan personal yang membuatnya istimewa.

Bagi Yudha, memasak bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal rasa, cerita, dan kenangan. Setiap piring yang disajikan di wartegnya adalah perpanjangan dari kenangan masa kecilnya—memori tentang masakan ibunya yang selalu menyajikan makanan dengan penuh cinta.

Warteg Rindu Rumah kini berdiri kokoh sebagai pelipur lara bagi mereka yang jauh dari rumah, ataupun mereka yang ingin bernostalgia dengan cita rasa masakan rumahan. Yudha berharap, dengan berdirinya warung ini, ia bisa menghadirkan lebih dari sekadar makanan lezat.

Ia ingin setiap gigitan yang dinikmati pelanggannya membawa mereka kembali ke momen-momen sederhana namun berharga, di mana makanan buatan ibu atau keluarga selalu terasa paling enak.

Dengan filosofi “Rindu yang Tersaji dalam Rasa”, Yudha Diksana Dermawan percaya bahwa Warteg Rindu Rumah akan terus menjadi destinasi favorit bagi banyak orang yang mencari kehangatan di tengah hiruk pikuk kota. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com