MAKASSAR—Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Makassar, Rabu, 16 Februari 2022, menjadi hari paling tinggi terjadinya kasus harian covid 19 di tahun 2022, dimana pada hari itu terjadi 1083 kasus harian terkonfirmasi Covid 19. Bahkan sesuai data tersebut dalam kurun waktu 12 hingga 17 Februari mencapai 3.855 kasus.
Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin saat dikonfirmasi Sabtu (19/02/2022) yang mengatakan, “Iya lebih 1000 kasus yang tercatat pada Rabu 16 Februari. Tepatnya tercatat 1083 kasus.”
Namun lanjut dr. Ida sapaan akrab Nursaidah, sehari kemudian, tepatnya pada pada Kamis, 17 Februari 2022, terjadi penurunan, dimana hanya tercatat sebanyak 947 kasus seluruh Kota Makassar.
Sementara tiga kecamatan dengan kasus covid-19 tertinggi selama sepekan ini adalah Kecamatan Biringkanaya, Rappocini, dan Tamalate.
“Dalam dua hari terakhir, kasus covid di tiga kecamatan tersebut masing-masing lebih dari 100 kasus,” tambahnya.
Lebih lanjut menurut dr. Ida, pada umunya orang yang terpapar ditemukan sangat banyak yang tanpa gejala alias OTG.
Dia mengatakan, tingginya kasus covid yang terdata saat ini karena Pemkot Makassar memaksimalkan upaya tracing, traking, dan testing.
Meski dalam kondisi kenaikan yang cukup tajam, namun tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Kota Makassar berada diangka 32,70 persen.
Sementara itu Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menganggap BOR tersebut masih aman jika dibandingkan dengan tingginya kasus covid-19 saat ini. Karena menurutnya dibandingkan dengan kasus saat gelombang kedua, angka seribu kasus harian, BOR sudah mencapai 50 persen.
“Tapi ini tidak, kita sukuri ini, BOR kita masih aman, tidak banyak masyarakat yang dirawat di rumah sakit karena covid,” ucap Danny Pomanto.
Diketahui, jumlah pasien covid yang dirawat di rumah sakit rujukan dan non rujukan covid-19 Makassar sebanyak 466 orang. 15 diantaranya dirawat di ruang ICU dan 451 di ruang isolasi biasa. (*)













