18 Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Makassar
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Merdisyam, dalam jumpa pers di Aula Mappaodang, Polda Sulsel, Kamis (7/1/2021), terkait perkembangan Penindakan Densus 88 AT Polri terhadap jaringan kelompok teroris di Perumahan Vila Mutiara Biru Kota Makassar.

MAKASSAR—Sebanyak 18 orang terduga Teroris jaringan JAD diamankan dalam operasi Densus 88 Anti Teror di Makassar, selain itu dalam operasi tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia karena melakukan penyerangan kepada petugas.

Sebelum dilumpuhkan kedua pelaku menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP.
.
Hal itu disampaikan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Merdisyam, dalam jumpa pers di Aula Mappaodang, Polda Sulsel, Kamis (7/1/2021), terkait perkembangan Penindakan Densus 88 AT Polri terhadap jaringan kelompok teroris di Perumahan Vila Mutiara Biru Kota Makassar.

Didampingi Pejabat Densus 88 Mabes Polri, Kabag Penum Div Humas Mabes Polri dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kapolda Sulsel menjelaskan penindakan Densus 88 AT Polri terhadap jaringan kelompok teroris di perumahan Vila Mutiara Biru, kota Makassar yang terjadi Rabu, 6 Januari 2021sekitar pukul 06.00 Wita

Pada kesempatan tersebut Irjen Merdisyam membenarkan, bahwa Rabu, 6 Januari 2021 pagi, telah dilakukan penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri dan diback up Polda Sulsel di Perumahan Vila Mutiara Biru, Bulurokeng, kec. Biringkanaya, Makassar.

Kapolda juga mengungkap identitas dua terduga teroris yang meninggal saat penggerebekan yaitu R (46) dan A (23) merupakan warga Perumahan Villa Mutiara Biru 11 No. 2 Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, yang memiliki hubungan mertua dan menantu serta terlibat JAD dan mendukung ISIS.

Selain itu, dijelaskan satu orang pelaku lainnya Iw (30) beralamat Villa Mutiara Claster Biru 11 Nomor 24 Makassar mengalami luka tembak, dan saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara, dengan pengawasan petugas.

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan 18 orang terduga teroris diamankan di 5 titik lokasi berbeda, yaitu Kecamatan Biringkanaya di Villa Mutiara Makassar dan Sudiang raya, Kecamatan Tallo Kota Makassar, kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dan di Ds. Taulo Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

“Pelaku keseluruhan berjumlah 20 orang, terdiri 17 Laki-laki , dan 3 Perempuan, dan adapun 20 orang tersebut, yang meninggal dunia 2 orang, 18 orang diamankan, jadi keseluruhan berjumlah 20 orang dan terkait penindakan ini petugas dilakukan pengintaian dari tahun 2015 sampai 2021 dimana saat kejadian kemarin pada hari Rabu 6 januari 2021 oleh Densus 88 mabes Polri,” tutur Kapolda.

Menurut Kapolda, kelompok teroris Villa Mutiara ini merupakan Jaringan JAD dan beserta ratusan jamaah lainnya melakukan baiat kepada Khilafah ataupun ISIS pada tahun 2015 di Pesantren Arridha Pimpinan Ustadz Basir yang meninggal di LP Nusakambangan karena terlibat teror

Dikatakannya pula, bahwa kelompok ini aktif melaksanakan kajian khusus bersama pendukung Daulah lainnya di Kompleks Villa Mutiara.

Pada tahun 2016 Kelompok teroris Villa Mutiara ini berencana berangkat ke Suriah bergabung dengan ISIS, namun digagalkan saat telah berada di Bandara Soetta Jakarta

Selain itu, lanjut Kapolda, Kelompok Villa Mutiara ini terlibat dalam pengiriman dana dalam aksi para pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral di Jolo, Filipina.

“Jadi dejak Oktober tahun 2020, kelompok teroris Villa Mutiara ini secara rutin telah melakukan latihan menembak dan naik gunung,” kata Kapolda

Selain itu, lanjutnya fasilitator pelarian diidentifikasi atas nama Andi Baso yang merupakan DPO bom gereja Oukumene Samarinda tahun 2017, dan juga perencanaan bom Gereja Jolo 2019.

18 Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Makassar Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya rangkaian bom, senpi laras panjang jenis pcp 6 pucuk, senjata tajam parang, badik, pedang, samurai, busur dan buku buku yg bersifat provokatif radikal, dll. (*/70n)