807 Siswa SMK Kabupaten Pinrang Dilindungi BPJamsostek

0
61

PINRANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Pinrang memberikan perlindungi kepada 807 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pinrang.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pinrang Andi Nurisma saat ditemui pada acara pelepasan siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dirangkaikan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad di SMKN 7 Pinrang, Kamis 16 Januari 2020.

Andi Nurisma, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pinrang mengatakan, saat ini ada 807 siswa PKL yang berasal dari SMKN 1, 4, 6 dan SMKN 7 Pinrang. Seluruh siswa PKL tersebut diberikan perlindungan dalam 2 program yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama proses persiapan, proses pelaksanaan dan setelah melakukan praktek kerja lapangan.

“Saat ini ada 807 siswa SMK di kabupaten Pinrang yang kami berikan perlindungan pada dua program JKK dan JKM. Jadi jika terjadi resiko selama proses persiapan, proses pelaksanaan dan setelah melakukan PKL itu tanggung jawab kami BPJAMSOSTEK,” jelas Risma.

Risma menjelaskan, resiko dalam bekerja bisa terjadi kapan saja dimana saja dan siapa saja termasuk siswa-siswi PKL SMK di kabupaten Pinrang. Agar mereka dalam berkegiatan ditempat PKL bisa merasa nyaman dan tenang perlu dan wajib untuk diberikan perlindungan untuk itulah BPJamsostek hadir.

Dua perlindungan yang berikan yaitu pertama, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang akan memberikan perlindungan dari segala bentuk akibat atau resiko yang muncul atau dapat terjadi dari proses pelaksanaan PKL ini.

“Jadi jika terjadi sesuatu silahkan hubungi kami untuk biaya sendiri kami berikan sesuai kebutuhan medis berapapun jumlahnya, untuk kelas rawat sendiri kami berikan disalah satu Rumah Sakit Pemerintah dan Kelas 2 di Rumah Sakit Swasta,” jelasnya.

“Yang kedua, Jaminan Kematian (JKM) yaitu jaminan yang diberikan kepada ahli waris dalam hal ini orang tua dari siswa yang melakukan PKL apabila siswa meninggal dunia, kami akan memberikan santunan sebesar Rp42 Juta,” tutup Risma