PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.10 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.10 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era Digital
MakassarPendidikan

Ini Aksi Nyata Relawan Massikola untuk Bantu Cerdaskan Kehidupan Bangsa

1664
×

Ini Aksi Nyata Relawan Massikola untuk Bantu Cerdaskan Kehidupan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Massikola Sasar Anak Usia Sekolah yang Tidak Tempuh Pendidikan Formal
Relawan Massikola membantu proses pembelajaran terhadap anak-anak tidak sekolah dan yang putus sekolah yang berada di Kelurahan Bontomakkio, Kecamatan Rappocini, Selasa (23/8/2022).

MAKASSAR—Banyak cara untuk membantu sesama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satunya seperti yang dilakukan anak-anak muda yang tergabung dalam Makassar Siap Sekolah atau yang disingkat Massikola.

Seperti halnya yang dilakukan hari ini, Selasa (23/8/2022), relawan Massikola membantu proses pembelajaran terhadap anak-anak tidak sekolah dan yang putus sekolah yang berada di Kelurahan Bontomakkio, Kecamatan Rappocini.

Founder Massikola, dr. Udin Shaputra Malik mengatakan pihaknya menyasar anak usia sekolah yang tidak menempuh atau berhenti dari bangku pendidikan formal di kawasan padat penduduk.

“Cikal bakal terbentuknya Massikola sebagai bentuk aksi nyata anak muda Makassar untuk memberikan akses pendidikan dasar baca-tulis-hitung bagi anak-anak tidak sekolah dan putus sekolah,” ujar dr. Udin yang juga Ketua Forum Kolaborasi Kemanusiaan.

Adapun yang diajarkan oleh relawan Massikola yakni kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Kata dr. Udin, relawan Massikola akan menjadi narahubung bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di bidang pendidikan.

“Nanti kita akan mendata siapa saja anak yang bisa kami bantu untuk calistung. Jadi, para relawan Massikola ini adalah Narahubung masyarakat untuk membantu kesulitan para masyarakat di bidang pendidikan,” jelasnya.

Agar operasional Massikola lebih tersistematis dan terukur, kontainer yang berada di setiap kelurahan akan dijadikan lokasi belajar anak-anak yang telah teridentifikasi putus sekolah maupun yang putus sekolah.

“Di setiap kelurahan nanti akan ditempatkan beberapa relawan dari Massikola untuk membantu proses pembelajaran bagi adik-adik kita,” paparnya.

Selain itu untuk menopang pembelajaran dan merangsang minat belajar mereka, kontainer akan dimanfaatkan sebagai taman baca.

“Di setiap kontainer di masing-masing kelurahan akan kami bentuk team dan perpustakaan mini. Jadi bukan hanya berfungsi sebagai posko cepat tanggap covid atau bencana, kontainer juga nanti akan berperan sebagai taman baca untuk adik-adik kita,” terangnya.

Dia berharap semangat yang dituangkan melalui aksi Massikola betul-betul dalam membantu warga Makassar menerima haknya atas pendidikan sekaligus menyukseskan salah satu cita-cita negara ini: mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com