MAROS—Ratusan kader pegiat Tuberkulosis (TB) dari seluruh Sulawesi Selatan (Sulsel) berkumpul dalam kegiatan “Jambore Kader Tuberkulosis” yang diadakan oleh Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Sulsel.
Jambore yang berlangsung pada 25-26 November 2022 ini diselenggarakan di kawasan wisata Alam Bantimurung, Maros, dan bertujuan untuk mempererat kerjasama sekaligus meningkatkan semangat kader dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran TB.
Pembukaan dan Dukungan Pejabat Setempat
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Maros yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr. H. Muhammad Yunus, S.Ked, M.Kes, serta dihadiri oleh beberapa pejabat lainnya, termasuk Anggota DPRD Sulsel Ir. Andi Muhammad Irfan AB dan Kepala Dinas Sosial Maros, Nuryadi, S.Sos, SAP.
Ketua Yamali TB Sulsel, Kasri Riswandi, menyatakan bahwa jambore ini merupakan pertemuan keenam, kembali diadakan setelah lima tahun vakum sejak kegiatan terakhir di 2017.
Kasri menekankan pentingnya acara ini untuk mempererat silaturahmi dan memotivasi para kader TB dalam misi mereka menemukan kasus baru dan mendukung target eliminasi TB pada 2030.

Pesan Anggota DPRD dan Apresiasi kepada Kader TB
Anggota DPRD Sulsel, Irfan AB, menyoroti peran penting para kader TB sebagai garda depan dalam deteksi dini kasus TB di masyarakat.
Irfan menyampaikan keprihatinan bahwa banyak pasien TB berasal dari kalangan kurang mampu, yang menghadapi berbagai kendala termasuk kurangnya akses fasilitas kesehatan.
“Saya sangat menghargai semangat para kader TB, terutama karena mereka menjalankan tugas dengan dana pribadi tanpa insentif,” ujar Irfan AB yang disambut tepuk tangan dari peserta jambore.

Dukungan Dinas Sosial dan Kesejahteraan Spiritual
Kepala Dinas Sosial Maros, Nuryadi, juga menyampaikan rasa terima kasih dan menyebut para kader TB sebagai pahlawan sosial. Ia mengingatkan, meskipun tidak mendapat imbalan finansial yang sepadan, dedikasi mereka dalam membantu masyarakat adalah bentuk amal yang bernilai spiritual tinggi.
Dinas Sosial Maros turut memberikan dukungan berupa fasilitas dapur umum untuk konsumsi para peserta, dan Dinas Perhubungan Sulsel menyediakan empat bus untuk mobilitas menuju lokasi acara.
Partisipasi dari Sembilan Kabupaten dan Kota di Sulsel
Jambore tahun ini diikuti oleh kader-kader dari sembilan kabupaten dan kota di Sulsel, termasuk Maros, Wajo, Bone, Gowa, Pinrang, Jeneponto, Sidrap, Bulukumba, dan Kota Makassar.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan komitmen bersama dalam mencegah dan mengurangi kasus baru TB di Sulawesi Selatan. (*)














