MAROS—Dukungan terhadap Hamdi Hamzah, mantan anggota satuan pengamanan (satpam) RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros, terus berdatangan. Kali ini, DPD Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sulawesi Selatan mengunjungi kediamannya sekaligus menyerahkan bantuan sembako, Senin (2/11/2026).
Pemberian tali kasih tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kekeluargaan sesama insan pengamanan. Ketua DPD ABUJAPI Sulsel, Hariman Tendean, bersama sejumlah pengurus mendatangi langsung kediaman Hamdi Hamzah di Kabupaten Maros.
Dalam kunjungan tersebut, Hariman menyerahkan bantuan sembako sekaligus memberikan dukungan moral kepada Hamdi. Ia berpesan agar pengalaman yang dialami Hamdi tidak dianggap sebagai akhir perjalanan hidup maupun kariernya di dunia pengamanan.
“Peristiwa yang menimpa saudara Hamdi Hamzah ini merupakan sebuah cobaan, jangan dibawa sebagai musibah. Ini justru menjadi titik awal menuju kesuksesan,” ujar Hariman.
Ia berharap Hamdi tetap tegar, menjaga semangat, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai momentum untuk bangkit serta membuka peluang baru dalam kehidupannya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Sulsel, Muh. Triyono Lamappaenre. Saat dikonfirmasi mediasulsel.com melalui sambungan telepon, Triyono mengajak seluruh anggota satpam di Sulawesi Selatan agar tetap optimistis dan profesional dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, tindakan seorang satpam dalam menjalankan pengamanan tidak bisa dinilai secara sepihak tanpa melihat aturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di tempat penugasannya.
“Hamdi Hamzah bisa saja disebut arogan dalam bertugas, namun perlu diketahui dalam tugas satpam ada SOP pengguna jasa satpam. Jadi, apa pun itu, satpam bertindak sesuai dengan SOP tempatnya bertugas. Fungsi satpam memang menjadi garda terdepan dalam pengamanan wilayah sekitar tempatnya bertugas,” jelas Triyono.
Ia menegaskan, pengalaman yang dialami Hamdi tidak seharusnya membuatnya kehilangan semangat. Sebaliknya, peristiwa tersebut harus menjadi kekuatan untuk memperbaiki diri dan kembali bangkit.
Sementara itu, Hamdi Hamzah menyampaikan terima kasih kepada ABUJAPI Sulsel, APSI Sulsel, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepadanya.
Pasca-pengunduran dirinya dari RSUD dr. La Palaloi, Hamdi mengaku tidak ingin larut dalam keadaan. Ia memilih tetap produktif dengan menerima pekerjaan membuat kandang ayam pesanan rekannya serta bekerja sebagai tenaga pencucian dan perawatan AC.
Untuk sementara, kedua pekerjaan tersebut menjadi aktivitasnya sembari mengisi kekosongan setelah tidak lagi bertugas sebagai satpam.
Meski demikian, Hamdi mengaku belum menutup pintu untuk kembali menekuni profesi yang selama ini digelutinya. Ia bertekad kembali ke dunia jasa pengamanan setelah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditanganinya.
“Untuk saat ini saya fokus dulu menyelesaikan pesanan kandang ayam dan pekerjaan pencucian AC. Insyaallah, setelah semuanya selesai, saya akan kembali ke dunia jasa pengamanan atau satpam,” ungkap Hamdi.
Hamdi juga menitipkan pesan kepada seluruh rekan seprofesinya agar tetap bekerja secara profesional dan berpegang teguh pada SOP perusahaan maupun ketentuan pengguna jasa.
“Pesan saya kepada saudara-saudariku seprofesi satpam, tetaplah bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Meskipun ada yang mengatakan kita salah, sepanjang SOP tidak dilanggar, tetap semangat dalam menjalankan tugas,” pesannya.
Hamdi turut menyampaikan salam kepada seluruh insan satuan pengamanan di Sulawesi Selatan. (*)













