PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kasus 600 Zak Pupuk Subsidi di Bone, Belum Ada Tersangka • Mengajarkan Pergaulan Islami dari Ibu untuk Remaja • Paris Yasir Jenguk Pasien dan Tinjau IGD RSUD Jeneponto • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kasus 600 Zak Pupuk Subsidi di Bone, Belum Ada Tersangka • Mengajarkan Pergaulan Islami dari Ibu untuk Remaja • Paris Yasir Jenguk Pasien dan Tinjau IGD RSUD Jeneponto • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker •
Opini

Ilusi Peringatan Hari Anti Korupsi

1986
×

Ilusi Peringatan Hari Anti Korupsi

Sebarkan artikel ini
Ilusi Peringatan Hari Anti Korupsi
Nurhikmah, S.Pd (Tim Pena Ideologis Maros)

OPINI—Beberapa waktu lalu tepatnya 09 Desember 2022 dunia memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), termasuk Indonesia. Indonesia turut menggelar peringatan hakordia dengan mengangkat tema nasional “Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi”. Sedangkan tema Hakordia Tahun 2022 untuk Kemenkeu adalah “Integritas Tangguh Pulih Bertumbuh“.

Harapannya peringatan tersebut dapat mengajak dan memperkuat peran serta masyarakat dalam upaya memerangi korupsi, karena memberantas korupsi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat di negeri ini tanpa kecuali.

Menyikapi hal ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun ini justru layak disikapi dengan rasa berkabung atas runtuhnya komitmen negara dan robohnya harapan masyarakat.

ICW kemudian menyoroti sejumlah aspek yang dinilai turut berkontribusi dalam meruntuhkan komitmen negara terkait pemberantasan korupsi. Salah satu aspek yang turut disorot ICW adalah tingginya angka korupsi di kalangan politisi. (tirto.id, 11/12/2022)

Bahkan masih dalam nuansa peringatan Hakordia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap kasus korupsi di kalangan politisi. Dikutip dari CNN Indonesia (08/12/2022), Bupati Bangkalan, Jawa Timur, R Abdul Latif Amin Imron (RALAI) diduga menerima suap sekitar Rp5,3 miliar dalam kasus dugaan suap lelang jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut. Bersangkutan kemudian ditahan KPK pada Rabu (7/12).

Sungguh ironi peringatan hari anti korupsi nyata hanya sebagai seremonial belaka. Jika memang benar-benar serius menyelesaikan persoalan korupsi mengapa justru kasus korupsi seolah semakin meningkat. Hal yang wajar jika kemudian kepercayaan publik terhadap institusi KPK menjadi anjlok.

Dikutip dari Kompas.com (9/12/2022), Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pada 19-21 Juli lalu terhadap 502 responden, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga KPK berada di posisi terendah dalam lima tahun terakhir.

“Citra KPK terekam berada di angka 57 persen, paling rendah dalam lima tahun terakhir,” ujar peneliti Litbang Kompas, Rangga Eka Sakti, dikutip dari Harian Kompas, Senin (8/8/2022).

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com