OPINI—September di akhir bulan di hari kamis bertepatan diperingatinya hari kelahiran Baginda Nabi sekaligus Rasul, Muhammad SAW. Salawat atas beliau. Tiga hari setelahnya warga Makassar Sulawesi Selatan mengguncang Pantai Losari sebagai salah satu icon kota Makassar dengan melaksanakan ngaji on the road serta stand up dakwah.
Memperingati kelahiran Nabi pada umumnya diadakan di masjid-masjid dengan kegiatan ceramah dan hias telur, namun kali ini berbeda yang dilakukan oleh warga Makassar yg diadakan oleh Muslim Bina Taqwa (MABIT).
Ratusan warga Makassar berkumpul sejak pukul 6 pagi untuk mengisi area anjungan dan trotoar sepanjang Jalan Penghibur dengan kegiatan ngaji bersama yang disebut Ngaji On The Road dan dilengkapi dengan salawatan, kemudian disempurnakan dengan Stand Up Dakwah.
Area anjungan Losari, ratusan muslimah, termasuk ibu-ibu, remaja putri, dan anak-anak, mengenakan busana muslim putih. Di sisi lain, di trotoar, bapak-bapak, pemuda, dan anak-anak muda berkaos putih duduk berjejer atau membentuk kelompok. Mereka tampak khusyuk dalam membaca Al-Qur’an, suara mereka tidak terlalu nyaring namun mengisi udara dengan ketenangan (infosulawesi.com 01/10/23).
Kegiatan ini menjadi banyak perhatian pengunjung dan pengguna jalan, karena selama kegiatan berlangsung terlihat tanpa komando. Pembukaan awali ngaji bareng lanjut salawatan menuju mobil sumber suara untuk mendengarkan tausyiah dengan dikemas model Stand Up Dakwah oleh beberapa ulama.
Isi dakwah yang disampaikan sangat bergizi membuat mayoritas yang mendengarkan terhanyut, jauh mendalam memahami bahwa Rasulullah SAW bukan hanya sesosok manusia yang butuh dikenang saja, akan tetapi lebih dari itu. Banyak hal yang disampaikan bagaimana Nabi sehingga ilmu yang diperoleh saat itu membuat ingin berjuang layaknya apa yang diperjuangkan Nabi SAW.
Memperingati kelahiran Rasulullah SAW bukan sekedar mengingat beliau. Namun mengenang semua aktivitas yang beliau lakukan semasa hidupnya, tidak cukup sampai di situ. Berlanjut dengan menjadikan beliau tauladan dari akhlak hingga perjuangan beliau membawa masyarakat dari kegelapan menuju cahaya dengan mengambil aturan Islam secara menyeluruh.
Meluruskan kegiatan memperingati kelahiran Nabi kepada masyarakat adalah hal penting. Karena setiap tahunnya diperingati, yaitu bukan hanya ceremonial belaka, namun banyak hikmah yang harus disampaikan untuk mengingatkan kembali masyarakat muslim khususnya untuk terus berjuang mengikuti jejak kekasih Allah dalam semua perkara.
Pada usia 40 tahun, beliau mulai diangkat oleh Allah SWT untuk menjadi nabi dan rasul untuk menegakkan kalimat tauhid “Laa Ilaaha illa Allah”. Namun apakah yang terjadi, banyak masyarakat yang sebelumnya percaya sama beliau menjadi tidak lagi percaya, banyak yang mencemooh dan mencelanya dengan berbagai cara.
Namun Rasulullah SAW., tetap bersabar dan terus memantapkan hati dengan berdiam diri di Gua. Beliau tinggal di mekkah dengan begitu banyak tantangan dan ditentang oleh pembesar Quraisy yang tidak lain adalah keluarga beliau sendiri hingga tidak sedikit orang ingin mencelakai dan membunuh beliau. Hikmah akhlak beliau yang begitu lembut yang menjadi bagian yang patut ditauladani
Setelah itu beliau lalu berhijrah ke Madinah untuk membangun kekuatan dalam mendakwahkan kalimat tauhid, yang didampingi hanya beberapa sahabat. Sahabat yang tidak. diragukan lagi perjuangannya yang menemani beliau mendakwhkan kalimat tauhid dalam wujud Islam Kaffah.
Kalimat tauhid inilah hingga sampai kepada kita saat ini. Sementara setelah hijrah dan menerapkan aturan Islam perlahan dan menyeluruh setelah beliau mendapatkan kekuasaannya di Madinah.
Perintah yang luarbiasa diamanahkan kepada beliau, sehingga wajar sepanjang kehidupan Rasulullah patut dijadikan tauladan bagi masyarakat.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ21
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah” (Qs. Al-Ahzab:21).
Wallahu a’lam bi shawab
Penulis
Sri Rahmayani, S.Kom
(Aktivis Pemerhati Rakyat)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













