PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTCegah LGBTQ Melalui Kurikulum Sekolah, Solusi Problematik?KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTCegah LGBTQ Melalui Kurikulum Sekolah, Solusi Problematik?KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut Diamankan
Makassar

Dinas Ketahanan Pangan Dorong Kemandirian Pangan Lorong Wisata melalui Pengembangan KWT

459
×

Dinas Ketahanan Pangan Dorong Kemandirian Pangan Lorong Wisata melalui Pengembangan KWT

Sebarkan artikel ini
Dinas Ketahanan Pangan Dorong Kemandirian Pangan Lorong Wisata melalui Pengembangan KWT
Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar terus berkomitmen mendukung kemandirian pangan Lorong Wisata melalui pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT).

MAKASSAR—Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar terus berkomitmen mendukung kemandirian pangan Lorong Wisata melalui pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Alamsyah menyebutkan saat ini, jumlah Lorong Wisata di Makassar mencapai 2.612, dengan 1.323 KWT yang aktif beroperasi dalam tiga tahun terakhir.

Alamsyah mengatakan dalam upaya pengambangan KWT, Dinas Ketahanan Pangan Makassar memberikan intervensi melalui penyediaan sarana dan prasarana budidaya tanam.

“Bantuan yang diberikan mencakup benih, bibit, hidroponik, media tanam, poliback, serta berbagai jenis bibit lainnya untuk mendorong pertumbuhan produktivitas di lorong-lorong wisata,” jelasnya di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, pada Selasa (16/7/2024).

Alamsyah mengatakan sejumlah Lorong Wisata telah berhasil dalam kemandirian pangan, misalnya Lorong Wisata Haderslev yang berhasil menjual hasil komoditas tanamnya di beberapa gerai ritel.

“Pada tanaman hidroponik yang dikelola mereka seperti sayur Pakcoy dan Selada. Komoditas ini pun bukan hanya dijual dalam bentuk sayur-mayur, tetapi juga dikelola menjadi produk kuliner yang bisa memiliki nilai jual dan keuntungan yang cukup tinggi,” tambahnya.

Menurut Alamsyah, Lorong Wisata juga berkontribusi dalam menciptakan perekatan sosial dalam upaya mitigasi sosial.

“Kegiatan bersama seperti berkebun dan penghijauan di halaman rumah menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antar tetangga dan masyarakat sekitar,”

Upaya optimalisasi Lorong Wisata, Alamsyah mengatakan Danny Pomanto berinisiatif membentuk Dewan Lorong yang menjadi jembatan komunikasi antar masyarakat lorong.

“Dengan melibatkan 7.013 orang, dewan lorong berfungsi sebagai penghubung dalam penyebaran informasi dan edukasi termasuk terntang pertanian dan pengembangan ekonomi lokal,” jelasnya.

Di sisi lain, Alamsyah mengatakan kesuksesan Lorong Wisata tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat.

“Keterlibatan warga dalam kegiatan budidaya dan pengelolaan lorong sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini. Hal ini juga bertujuan menciptakan sirkulasi ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Alamsyah berharap dengan berbagai dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin, Lorong Wisata dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, dan menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam kemandirian pangan. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com