MAKASSAR—Polusi plastik di laut menjadi ancaman serius bagi kesehatan ekosistem laut dan berdampak luas pada kehidupan di dalamnya. Lewat akun Instagram resminya, @dinaskesehatankotamakassar, Sabtu (26/10/2024), Dinas Kesehatan Kota Makassar menguraikan bahaya polusi plastik serta cara kita bisa membantu melindungi lingkungan.
Sebagian besar sampah plastik di laut berasal dari daratan, terbawa melalui saluran air, sungai, atau angin hingga mencapai laut. Di sisi lain, aktivitas manusia di laut, seperti pelayaran dan penangkapan ikan, juga menyumbang limbah plastik yang berujung pada pencemaran.
Plastik ini sulit terurai dan memerlukan waktu ratusan tahun untuk benar-benar hancur, sering kali hanya berubah menjadi mikroplastik yang menyebar di seluruh ekosistem laut.
Dampak dari polusi plastik ini sangat merusak:
Ancaman bagi Hewan Laut: Banyak hewan laut salah mengira plastik sebagai makanan, yang dapat menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan, hingga kematian.
Perusakan Habitat: Plastik yang menutupi terumbu karang atau dasar laut menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan organisme fotosintesis, merusak habitat penting kehidupan laut.
Akumulasi Racun: Racun dari plastik dapat terakumulasi di jaringan hewan laut dan masuk ke rantai makanan manusia, membahayakan kesehatan kita.
Dinkes Makassar mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membuang sampah dengan benar. Setiap langkah kecil yang kita lakukan dapat membantu melindungi laut dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Mari jaga bumi bersama untuk kehidupan yang lebih baik!. (*/4dv)













